Makna Dibalik Indahnya Tangan Manusia
Makna Dibalik Indahnya Tangan Manusia
Umar bin Khattab bercerita pada putranya sebagai berikut :
“Pada suatu hari, ketika kami sedang
berada di sisi Rasulullah SAW. Tiba-tiba muncul di hadapan kami seorang
laki-laki berpakaian sangat putih, dan berambut sangat hitam. Tidak terlihat
padanya bekas perjalanan dan tidak seorangpun diantara kami yang mengenalnya.
Dan ia langsung duduk ke dekat Nabi SAW. Lalu disandarkannya Lututnya ke Lutut
Nabi SAW.
Dan diletakkannya kedua Telapak
Tangannya ke Paha Nabi SAW. Ia berkata : ”Ya Muhammad. Terangkan kepadaku
tentang Islam?”
Lalu Rasulullah SAW menjawab, “Islam adalah :
Lalu Rasulullah SAW menjawab, “Islam adalah :
1. Mengakui tidak ada Tuhan, selain
Allah dan Muhammad Rasulullah
2. Mendirikan Sholat
3. Mengeluarkan / Membayar Zakat
4. Puasa pada Bulan Ramadhan, dan
5. Haji ke Baitullah. Jika engkau sanggup melaksanakannya”.
2. Mendirikan Sholat
3. Mengeluarkan / Membayar Zakat
4. Puasa pada Bulan Ramadhan, dan
5. Haji ke Baitullah. Jika engkau sanggup melaksanakannya”.
Engkau benar ! Kata orang itu.
Umar bin Khattab bergumam :
”Kami heran
terhadap orang itu, ia yang bertanya, tetapi ia pula yang mengatakan benar”.
Kata Ayahku. ”Kemudian orang itu berlalu. Tetapi tidak berapa lama antaranya.
Rasulullah SAW. bertanya kepadaku. Tahukah engkau, siapakah yang bertanya tadi
? Jawabku “Allah dan Rasul-Nya yang labih tahu”. Dan Sabda Rasulullah SAW : ”Ia
adalah Jibril ! Ia datang kepadamu mengajarkan Agamamu”. (H.R. Muslim)
Untuk menghayati hadist Rasulullah SAW
diatas,cobalah ambil napas dalam-dalam lalu keluarkan perlahan,kemudian
rentangkan dan lihatlah telapak tangan anda, dan hadapkan ke raut wajah. Anda
akan melihat bahwa telapak tangan terdiri dari lima jari :
1.Jempol (Ibu jari)
2.Telunjuk,
3.Jari Tengah,
4.Jari Manis, dan
5.Kelingking
2.Telunjuk,
3.Jari Tengah,
4.Jari Manis, dan
5.Kelingking
Akan terlihat bahwa keempat jari
(Telunjuk,Jari Tengah,Jari Manis dan Kelingking) mengarah ke depan
(Horisontal). Sedangkan Ibu jari/jempol terlihat mengarah ke atas (Vertikal).
Ibu Jari/Jempol merupakan elemen
penghubung, yang artinya adalah keyakinan yang kuat dan mendasar dalam wujud
keimanan kepada Allah SWT (Habbluminnallah)
Sedangkan empat jari lainnya yang mengarah ke depan (horisontal) mengisyaratkan fungsi empat perangkat penyelenggara dalam hubungan antar makhluk untuk mengisi kehidupannya (Muamallah).
Setiap
organ tubuh manusia mengandung arti begitu juga dengan jari, dan setiap arti
memiliki makna ,didalam makna terkandung tanda Kebesaran Sang Pencipta. Dan
dari tanda Kebesaran Sang Pencipta menumbuhkan keimanan yang kuat.
Telapak-tangan kita dengan kelima
jarinya adalah kesempurnaan dalam kesederhanaan. Sempurna dalam fungsi dan
sederhana dalam bentuk. Dan hal ini menandakan bahwa Manusia adalah wujud
ciptaan teknologi yang Maha canggih sepanjang masa, tak ada teknologi yang
lebih canggih dari diri manusia itu sendiri.
Jari menunjukkan suatu perilaku manusia,dimana perilaku ini terwujud dalam RUKUN ISLAM yang menjadi PONDASI TAREKAT / LAKU LAMPAH setiap diri manusia.
Jari menunjukkan suatu perilaku manusia,dimana perilaku ini terwujud dalam RUKUN ISLAM yang menjadi PONDASI TAREKAT / LAKU LAMPAH setiap diri manusia.
Nah, sekarang kita bahas satu-persatu
mengenai jari - jemari, cobalah telungkupkan/balikkan arah telapak tangan
anda,kemudian perhatikanlah dengan seksama :
1. Kelingking
Ketika kita pandangi jari kelingking
akan terlihat seperti bentuk huruf ALIF. Dalam rukun islam yang pertama adalah
SYAHADAT.
Syahadat merupakan suatu keyakinan awal pembuka pintu gerbang keimanan serta menuju jalan yang lurus dan menuju kehidupan selanjutnya.
Sekarang coba anda lipat/tekuk jari kelingking kearah dalam/ketengah telapak tangan (bukan pada sisi telapak tangan),sebab manusia berada dalam kehidupan alam tengah (Buwana Tengah),apa yang terlihat ?
Maka jari manis bahkan jari tengah dan telunjuk akan ikut condong/menekuk kebawah/tidak bisa tegak berdiri pada posisinya seperti semula.
Isyarat apa yang dapat kita petik hikmahnya?…Bahwa apabila seseorang yang syahadatnya tidak benar pada realisasinya maka rukun islam yang berikutnya juga tidak akan benar/akan menikung/bengkok.
2. Jari Manis
Ketika kita pandangi jari manis akan
terlihat seperti bentuk huruf LAM. Dalam rukun islam yang kedua adalah SHOLAT.
Sholat dalam arti yang luas merupakan perilaku nyata manusia dalam kehidupannya dengan Sang Pencipta dan seluruh makhluk ciptaan-NYA.
Sholat dalam arti yang luas merupakan perilaku nyata manusia dalam kehidupannya dengan Sang Pencipta dan seluruh makhluk ciptaan-NYA.
Sholat merupakan pencerminan akhlaq manusia yang intinya untuk mencegah perbuatan keji dan mungkar, ketika akhlaq seseorang baik maka ia akan merasakan suatu kemanisan iman. Tetapi apabila akhlaqnya buruk maka ia akan merasakan kegelisahan dan neraka dalam dirinya.
Sekarang coba anda lipat/tekuk jari manis kearah dalam/ketengah telapak tangan,apa yang terlihat?
Maka jari kelingking,jari tengah dan telunjuk akan ikut condong/menekuk kebawah/tidak bisa tegak berdiri pada posisinya seperti semula.
Jari manis mengisyaratkan tubuh atau
jasad manusia. Sebab dengan tubuh/jasad inilah manusia bisa berbuat,bertindak
dan berperilaku .
Sholat merupakan perilaku nyata dalam kehidupan bagi manusia sebagai seorang hamba,dan melalui sholat inilah yang menjadikan manusia mendapat busana kewibawaan,kehormatan,keagungan sehingga bisa menjadi Wali/kekasih Allah SWT dan merasakan kemanisan iman .
Oleh karena itu kita pun sering melihat dijari manis sering diberi perhiasan cincin agar tampak menarik dan menambah kewibawaan seseorang sebagai isyarat busana kebaikan yang harus dipakaikan kepada jasad manusia.
3.Jari Tengah
Ketika kita pandangi jari tengah maka
terlihat seperti huruf LAM yang menunjukkan TASJID. Dan memiliki bentuk yang
paling panjang bila dibandingkan dengan jari yang lainnya.
Rukun Islam yang ketiga adalah ZAKAT.
Rukun Islam yang ketiga adalah ZAKAT.
Zakat adalah tanda penyucian diri seorang hamba yang mewujudkan sikap Habblumminannas,yaitu sikap peduli,rasa kemanusiaan dan kasih sayang terhadap sesama manusia.
Jari tengah mengisyaratkan JIWA
manusia ,dimana sifat jiwa selalu mengikuti hawa nafsu,karna itu sangat penting
dalam tindakan untuk penyucian jiwa,diantaranya yaitu dengan zakat atau dengan
sedekah.
Jiwa memiliki kehidupan yang panjang dan tidak mati ,walaupun jasad mati berkalang tanah,namun jiwa tetap hidup selamanya.
Jiwa memiliki kehidupan yang panjang dan tidak mati ,walaupun jasad mati berkalang tanah,namun jiwa tetap hidup selamanya.
Jiwa bukanlah Ruh ,hakekat Ruh Suci
tiada cela dan dosa ,jiwa berasal dari persenyawaan antara Ruh dan Jasad. Jiwa
adalah penggerak Nafsu ,karna itu jiwa terkadang disebut juga Nafs/Nafsu.
Tasjid adalah Hidup yang Suci,yaitu
dzat yang Maha Pemberi hidup/Sebagai Sumber Hidup,dan Tasjid bertahta pada yang
dihidupkan oleh Sang Maha Pemberi Hidup.
Tidak akan ada yang mengenal Sang Pemberi Hidup apabila tidak ada sesuatu yang dihidupkan-NYA.
Sekarang coba anda lipat/tekuk jari
tengah kearah dalam/ketengah telapak tangan,apa yang terlihat?
Maka jari manis,jari manis akan ikut condong/menekuk kebawah/tidak bisa tegak berdiri pada posisinya seperti semula,oleh sebab itu apabila seseorang yang selalu mengikuti nafsunya/jiwa,maka jasad akan rusak dan mengalami penyiksaan.
Maka jari manis,jari manis akan ikut condong/menekuk kebawah/tidak bisa tegak berdiri pada posisinya seperti semula,oleh sebab itu apabila seseorang yang selalu mengikuti nafsunya/jiwa,maka jasad akan rusak dan mengalami penyiksaan.
4.Telunjuk
Ketika kita pandangi jari telunjuk
maka terlihat seperti huruf HA dan berakhir pada ibu jari/jempol.
Rukun islam yang keempat adalah PUASA.
Rukun islam yang keempat adalah PUASA.
Telunjuk sering digunakan untuk menunjuk-nunjuk sesuatu ,ketika kita memberikan suatu alamat sebuah jalan kepada orang yang tidak mengetahui,maka jari telunjuk yang berperan untuk menunjukkannya.
Ketika kita marah ,maka jari telunjuk pula yang dipakai untuk menunjukkan suatu kesalahan/keburukan/kelemahan orang lain.
Telunjuk sebagai isyarat manusia yang terdiri lahir dan bathin ,ketika manuia berusaha untuk mencapai suatu kebaikan dan untuk mendapat petunjuk/Hidayah dari Sang Pencipta,maka ibadah puasa yang sering dilakukan,dimana puasa ini melibatkan seluruh ornamen tubuh yang meliputi lahir dan bathin.
Puasa dalam arti secara khusus tidak
hanya mengekang kehendak jasad/lahir,tapi yang utama mengekang kehendak dari
jiwa.Banyak cara/laku yang dilakukan dalam berpuasa dan tidak hanya dibulan
ramadhan,tetapi disetiap gerak hidupnya ,hendaknya dapat berpuasa dari kehendak
jiwa.
Apakah yang dapat kita ambil hikmahnya
ketika duduk Tasyahud dalam sholat sering mengacungkan jari telunjuk kearah
depan sambil digerakkan (ada yang digerakkan keatas-bawah,samping
kiri-kanan,dan berputar) ?
Pada hakekatnya manusia adalah makhluk
yang dinamis dan diberi anugerah akal,dengan akalnya itulah manusia diwajibkan
untuk kritis/jeli dalam setiap perilakunya untuk dapat memilih /membedakan
antara baik dan buruk,jalan yang lurus/yang menyesatkan,sehingga manusia tidak
terjerumus pada kesyirikan dan tetap berada pada tali agama yang kokoh/jalan
yang lurus,walaupun dalam kehidupan ini banyak cobaan/godaan yang membuat
manusia merasa terombang-ambing bergerak kesana-kemari dan terperdaya oleh
kehidupan duniawi.
5.Jempol (Ibu
Jari)
Ibu jari/jempol adalah wujud dari
keteguhan iman/hati dari seorang hamba.
Jempol merupakan jari yang dapat berdiri sendiri dan tidak terpengaruh maupun mempengaruhi keempat jari yang lainnya.
Jempol merupakan jari yang dapat berdiri sendiri dan tidak terpengaruh maupun mempengaruhi keempat jari yang lainnya.
Coba sekarang anda tekuk jempol ataupun anda tekuk keempat jari yang lainnya,apa yang terlihat?
maka tidak mempengaruhi jari yang lainnya sehingga tetap berada pada posisi semula.
Rukun Islam yang kelima adalah NAIK HAJI ,BILA MAMPU.
Dalam hal inilah Allah SWT dengan
sifat Ar-Rahman dan Ar-Rahim telah memberikan dispensasi/kebijaksanaan kepada
manusia untuk tidak memaksakan diri bila tidak mampu secara materi untuk
berhaji.Dan apabila manusia yang tidak berhaji ketanah suci maka tidak akan
mempengaruhi pula amalan yang lainya.
Manusia tetap akan bisa melaksanakan
ibadah yang lainnya/memperoleh suatu kemuliaan/pahala walaupun tidak berhaji
ketanah suci. Dan bagi yang belum mampu untuk berhaji,maka berhajilah dengan mengunjungi
ibu dan bapak yang melahirkan kita.
Kenapa hanya ada Ibu Jari dan tidak
ada Bapak Jari ? ..wah bisa-bisa para bapak-bapak jadi marah niih ,kok ga adil
yaa?..hehee
Kenapa pula bentuk jempol paling pendek/kecil tetapi gendut/besar?
Karena manusia terlahir dari pintu
gerbang Ibu,dan hanya ibu yang memiliki Rahim sebagai wujud dari sifat
Ar-Rahiim dan ibu juga yang memiliki kedekatan serta pengaruh besar dalam
mendidik seorang anak.
Bentuk pendek dari ibu jari/jempol
adalah cermin keluwesan dan ketegasan.
Seorang ibu perlu kuat dalam
memelihara anak-anaknya. Seorang ibu perlu kokoh dalam keyakinan, agar tak ragu
dalam mendidik anak. Seorang ibu perlu luwes dalam kelembutan dan tegas dalam
kasih sayang.
Sebagai ibu mengarahkan dengan keyakinannya, membimbing dengan keteguhannya, menopang dengan kekokohannya dan mengasuh dengan keluwesan geraknya.
Sebagai ibu mengarahkan dengan keyakinannya, membimbing dengan keteguhannya, menopang dengan kekokohannya dan mengasuh dengan keluwesan geraknya.
“Ingat, telapak tangan anda akan sulit
memegang sesuatu tanpa keterlibatan ibu jari.” mengisyaratkan betapa pentingnya
peran seorang wanita/ibu dalam kehidupan ini.
Ibu jari mengisyaratkan
keyakinan/keimanan manusia. ibu jari mengarah ke atas. Ini mengisyaratkan
hubungan antara insan dengan Tuhan,antara Pemilik dan yang dimiliki-Nya
(Habblumminallah). Dan hanya pada ibu tahta SURGA bersemayam.
Semoga bermanfaat dalam pengenalan
diri sebagai tanda kekuasaan Allah SWT.
Tahukah sahabat, tanda 99 (Asmaul
Husna) ada pada telapak tangan kita. Garis utama kedua telapak tangan kita
(pada umumnya manusia),
bertuliskan angka dalam bahasa Arab
yaitu :
|/\ pada telapak tangan kanan, artinya : 18
/\| pada telapak tangan kiri, artinya : 81
Jika kedua angka ini dijumlahkan,
18+81 = 99, 99
adalah
jumlah nama atau sifat Allah SWT yang dipanggil sebagai Asma-ul Husna
(Nama-nama yang baik) yang terdapat dalam Al-Quran
Maka pergunakanlah kedua tangan kita
sebagai media untuk berbuat baik, bermanfaat bagi orang lain dan juga
melantunkan doa ..
"Pada hari
itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya
diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka,
(QS: Al Zalzalah:
6)"
"Pada hari
ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan
memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka
usahakan.
(QS;
Yasin:65)"
Kelak anggota
tubuh kita akan memberikan kesaksian atas apa yang diperbuatnya selama di
dunia. Tangan, kaki, dan anggota badan lain akan berbicara sehingga mulut tidak
bisa membantah dan berbohong.
Hakim yang kita hadapi di akhirat kelak bukanlah hakim yang dapat disuap dengan uang, sebagaimana yang terjadi di dunia.
Hakim yang kita hadapi di akhirat kelak bukanlah hakim yang dapat disuap dengan uang, sebagaimana yang terjadi di dunia.
Tidak akan
ada yang mampu menolong diri kita kecuali rekaman iman dan amal kebajikan kita
sendiri.
Dalam sebuah penelitian kajian neurologi dibuktikan bahwa sel-sel otak ternyata menyimpan berbagai informasi dan pengalaman yang terekam sejak kita kecil, yang umumnya sudah terlupakan.
Ketika dilakukan eksperimen dengan pembedahan otak, dimana yang bersangkutan tetap sadar, ternyata ketika dirangsang sel-sel saraf tertentu, mampu menceritakan berbagai pengalaman sewaktu kecil.
Eksperimen ini memperkuat teori bahwa semua yang pernah kita ketahui dan pikirkan terekam dalam jaringan saraf otak.
Jadi, apa yang dikatakan Al Qur’an tadi semakin diperkuat oleh eksperimen ilmiah.
Teori bahwa tubuh merekam bisa kita lihat dalam kehidupan kita sehari-hari…
Seseorang yang selalu sholat tepat waktu, maka ketika datang waktu sholat, tubuh seperti memiliki “biological clock” untuk segera menunaikan ibadah Sholat, meskipun dalam kondisi sakit sekalipun.
Contoh lain, bisa kita lihat dari pengalaman sopir bus malam lintas kota. Mereka ketika melewati daerah yang telah biasa dilalui, dengan mudahnya melalui jalan-jalan berliku, seakan mereka hafal betul kapan dan di mana harus berbelok. Mereka tahu kapan dan di mana akan ada tanjakan dan tikungan.
Begitu juga orang yang dulu pernah mahir bermain ping-pong atau bermain
Dalam sebuah penelitian kajian neurologi dibuktikan bahwa sel-sel otak ternyata menyimpan berbagai informasi dan pengalaman yang terekam sejak kita kecil, yang umumnya sudah terlupakan.
Ketika dilakukan eksperimen dengan pembedahan otak, dimana yang bersangkutan tetap sadar, ternyata ketika dirangsang sel-sel saraf tertentu, mampu menceritakan berbagai pengalaman sewaktu kecil.
Eksperimen ini memperkuat teori bahwa semua yang pernah kita ketahui dan pikirkan terekam dalam jaringan saraf otak.
Jadi, apa yang dikatakan Al Qur’an tadi semakin diperkuat oleh eksperimen ilmiah.
Teori bahwa tubuh merekam bisa kita lihat dalam kehidupan kita sehari-hari…
Seseorang yang selalu sholat tepat waktu, maka ketika datang waktu sholat, tubuh seperti memiliki “biological clock” untuk segera menunaikan ibadah Sholat, meskipun dalam kondisi sakit sekalipun.
Contoh lain, bisa kita lihat dari pengalaman sopir bus malam lintas kota. Mereka ketika melewati daerah yang telah biasa dilalui, dengan mudahnya melalui jalan-jalan berliku, seakan mereka hafal betul kapan dan di mana harus berbelok. Mereka tahu kapan dan di mana akan ada tanjakan dan tikungan.
Begitu juga orang yang dulu pernah mahir bermain ping-pong atau bermain
badminton, ketika dia sudah tua,
meskipun sudah meninggalkan kebiasaan itu selama puluhan tahun, pasti dia akan
sanggup memainkannya kembali. Mungkin gerakan dan tingkat kelihaiannya berbeda
dengan masa muda-nya.
Bahkan menurut para ilmuwan, ada lebih 70 kasus yang dilaporkan dari pasien tranplantasi yang meniru sebagian kepribadian pendonor organ.
Bahkan menurut para ilmuwan, ada lebih 70 kasus yang dilaporkan dari pasien tranplantasi yang meniru sebagian kepribadian pendonor organ.
Seluruh sel tubuh kita ibarat hard
disk yang merekam dengan baik semua ucapan, pikiran, perbuatan kita. Memori ini
sudah tergores di sana, dan siap dipanggil kapan saja.
Meskipun terdelete, mudah saja bagi ahli komputer untuk melacak bekas-bekas data yang sudah terlanjur masuk dalam hard disk, dengan bahasa simbol tertentu.
Oleh karena sel tubuh kita itu mampu merekam jejak apapun yang mampu kita lakukan, maka, sangat logis untuk membayangkan anggota tubuh kita akan mudah saja, tidak keliru satu titik pun saat menjadi saksi tentang segala perbuatan yang pernah kita lakukan, nanti di hadapan Allah (Sumber : Saat sel tubuh menjadi saksi)
Oleh karenanya, mari kita membiasakan diri untuk melafalkan kata-kata yang baik, selalu berdzikir dan mengingat Allah, membiasakan diri mengerjakan sholat, berpuasa dan bersedekah, serta berbuat baik kepada sesama, sebab semua itu akan terekam dalam memori kita sepanjang hayat, baik saat hidup di dunia, menjelang sakaratul maut, atau setelah kematian kita.
Husnul khotimah (pengujung yang baik) di masa kematian kita itu tidak bisa diraih dengan tiba-tiba. Ia tak bisa dipaksa dan dibimbing oleh orang lain dengan mudah karena diri kitalah yang menentukan apakah kita sanggup mendapatkan akhir yang baik atau tidak.
Husnul khotimah merupakan akumulasi dari perjalanan panjang seseorang di masa hidupnya. Rekam jejak kehidupan seseorang menentukan hasil akhir dari perjalanan hidupnya di dunia.
Meskipun terdelete, mudah saja bagi ahli komputer untuk melacak bekas-bekas data yang sudah terlanjur masuk dalam hard disk, dengan bahasa simbol tertentu.
Oleh karena sel tubuh kita itu mampu merekam jejak apapun yang mampu kita lakukan, maka, sangat logis untuk membayangkan anggota tubuh kita akan mudah saja, tidak keliru satu titik pun saat menjadi saksi tentang segala perbuatan yang pernah kita lakukan, nanti di hadapan Allah (Sumber : Saat sel tubuh menjadi saksi)
Oleh karenanya, mari kita membiasakan diri untuk melafalkan kata-kata yang baik, selalu berdzikir dan mengingat Allah, membiasakan diri mengerjakan sholat, berpuasa dan bersedekah, serta berbuat baik kepada sesama, sebab semua itu akan terekam dalam memori kita sepanjang hayat, baik saat hidup di dunia, menjelang sakaratul maut, atau setelah kematian kita.
Husnul khotimah (pengujung yang baik) di masa kematian kita itu tidak bisa diraih dengan tiba-tiba. Ia tak bisa dipaksa dan dibimbing oleh orang lain dengan mudah karena diri kitalah yang menentukan apakah kita sanggup mendapatkan akhir yang baik atau tidak.
Husnul khotimah merupakan akumulasi dari perjalanan panjang seseorang di masa hidupnya. Rekam jejak kehidupan seseorang menentukan hasil akhir dari perjalanan hidupnya di dunia.
Semua anggota badan akan dipertangung
jawabkan penggunaanya kelak di akhirat..
Pergunakanlah
anggota tubuh yang sudah diberikan oleh Allah SWT dengan rasa tanggung jawab..
jangan dipergunakan untuk merugikan, menyakiti orang lain..
jangan dipergunakan untuk merugikan, menyakiti orang lain..
Subhanallah, telah tampak kebesaran
Allah dalam kehidupan. Coba renungi semua. Itulah salah satu jalan untuk
meningkatkan akidah islam yang telah tertanam dalam jiwa kita. Selagi masih
diberi kesempatan, mari kita gunakan dengan semaksimal mungkin untuk lebih
berbenah diri sehingga menjadi makhluk yang lebih baik.
Dalam hal ini, saya ingin menasehati
pribadi saya yang sebenarnya juga masih kurang dalam hal pemahaman ilmu agama. Syukur
Alhamdulillah jika dapat menginspirasi sesama dalam meningkatkan ketakwaan dan
keimanan terhadap Allah SWT.
Wallahua’lam bish
Shawwab …
Sumber:
Sumber:
fb.com/agunkzisme
twitter.com/A_BlogWeb references by : http://agunkzscreamo.blogspot.com/2013/05/rahasia-tangan-manusia-dalam-islam.html#ixzz3PWzpPJYW

Komentar
Posting Komentar