Fenomena Petir
1. Definisi
Petir, kilat, atau halilintar
adalah gejala alam yang biasanya muncul pada musim hujan di saat langit
memunculkan kilatan cahaya sesaat yang menyilaukan. Beberapa saat kemudian
disusul dengan suara menggelegar yang disebut guruh. Perbedaan
waktu kemunculan ini disebabkan adanya perbedaan antara cepat rambat cahaya
lebih tinggi daripada cepat rambat bunyi. Yaitu 99, 793 km/detik, sedangkan
bunyi 340 m/detik di udara.
2. Proses Terjadinya
Petir terjadi karena ada perbedaan potensial antara
awan dan bumi atau dengan awan lainnya. Proses terjadinya muatan pada awan
karena dia bergerak terus menerus secara teratur, dan selama pergerakannya dia
akan berinteraksi dengan awan lainnya sehingga muatan negatif akan berkumpul
pada salah satu sisi (atas atau bawah), sedangkan muatan positif berkumpul pada
sisi sebaliknya. Jika perbedaan potensial antara awan dan bumi cukup besar,
maka akan terjadi pembuangan muatan negatif (elektron) dari awan ke bumi atau
sebaliknya untuk mencapai kesetimbangan. Pada proses pembuangan muatan ini, media
yang dilalui elektron adalah udara. Pada saat elektron mampu
menembus ambang batas isolasi udara inilah terjadi ledakan suara. Petir lebih
sering terjadi pada musim hujan, karena pada keadaan tersebut udara mengandung
kadar air yang lebih tinggi sehingga daya isolasinya turun dan arus lebih mudah
mengalir. Karena ada awan bermuatan negatif dan
awan bermuatan positif,
maka petir juga bisa terjadi antar awan.
Untuk lebih jelasnya, Harun Yahya menyebutkan,
udara–yang dipanaskan oleh cahaya matahari–naik membawa molekul-molekul air
yang menguap di dalamnya. Ketika udara yang naik ini mencapai ketinggian 2-3
km, udara tesebut bersentuhan dengan lapisan udara dingin. Saat kenaikan udara,
kristal-kristal es yang terbentuk di dalam awan melepaskan energi listrik
statis yang terbentuk karena pergesekan. Energi listrik ini mengandung unsur
positif (+) pada lapisan atas awan dan unsur negatif (-) pada lapisan bawahnya.
Ketika awan cukup terisi untuk mengionisasi udara, maka petir terbentuk.
3. Suara Gemuruh Petir
Menurut Harun Yahya, petir memanaskan udara di sekitarnya hingga 30.000 derajat celcius dalam sepersejuta detik. Udara yang dipanskan meluas, dan menyebarkan gelombang suara yang lebih cepat dari kecepatan suara; dengan tekanan 100 kali lebih besar dari tekanan atmosfir normal. Sama halnya dengan pesawat yang melintas dengan kecepatan suara, ini menyebabkan ledakan suara (gemuruh) di udara, sehingga dinamakan gemuruh/guntur.
4. Kehebatan Kilatan pada Petir:
* Energi yang dilepas oleh sekali kilatan petir lebih besar dari pada energi yang dihasilkan seluruh pembangkit listrik di Amerika.
* Satu kilatan petir dapat menyalakan 100 watt bola lampu selama lebih dari tiga bulan.
* Pada titik sentuh petir ke bumi, cuaca memanas hingga 25.000 derajat Celcius. Kecepatan kilatan petir 150.000 km/detik dan rata-rata ketebalannya 2,5-5 cm.
* Setiap petir rata-rata memiliki 20.000 amper daya listrik. Seorang tukang las hanya menggunakan 250-400 amper untuk mengelas baja.
* Petir bergerak pada kecepatan 150.000 km/detik, hampir setengah kecepatan cahaya dan 100.000 kali lebih cepat dari kecepatan suara.
''Suara yang dilepaskan oleh satu kilatan lebih besar dari pada cahaya 10 juta bola lampu berdaya 100 watt. Jadi, apabila setiap rumah di Istanbul, Turki menyalakan satu bola lampu, pancaran cahaya dari satu kilatan petir akan lebih besar,'' ungkap Harun Yahya.
Allah menyatakan fenomena kilat yang menakjubkan ini sebagai berikut “…Kilauan kilatnya hampir membutakan pandangan.” (al-Nur: 43).
5. Fungsi Petir
Panas ekstrim dari kilatan petir dapat memecah Nitrogen bebas di atmosfer(N2). Selanjutnya, nitrogen bergabung
dengan oksigen dari udara untuk membentuk oksida nitrogen (NO). Oksida
bergabung dengan kelembaban di udara. Nitrogen ini dibawa oleh
hujan ke bumi, dalam bentuk nitrat (NO3), sehingga dapat di serap oleh akar tanaman. Semakin rendah permukaan tanah,
semakin rendah pula kadar (NO3) nya. Oleh karena itu, air
hujan dapat lebih menyuburkan tanaman karena No3 yang di kandung lebih tinggi
daripada air siraman dari manusia.
6. Kebenaran kilat yang dinyatakan dalam
Alquran
Guruh atau Guntur ternyata terpilih menjadi nama salah satu surah dalam Alquran, yakni surah al-Ra’d. Allah memberitahukan bahwa guntur dibentuk oleh kilat yang bertasbih memuji-Nya: “Dan guruh bertasbih memuji-Nya (demikian pula) para malaikat karena takut kepada-Nya…” (al-Ra’d: 13)
Guruh atau Guntur ternyata terpilih menjadi nama salah satu surah dalam Alquran, yakni surah al-Ra’d. Allah memberitahukan bahwa guntur dibentuk oleh kilat yang bertasbih memuji-Nya: “Dan guruh bertasbih memuji-Nya (demikian pula) para malaikat karena takut kepada-Nya…” (al-Ra’d: 13)
Dari ‘Ikrimah mengatakan bahwasanya Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma tatkala mendengar suara petir, beliau mengucapkan,
سُبْحَانَ الَّذِي سَبَّحَتْ
لَهُ
(Maha suci Allah yang petir bertasbih
kepada-Nya). Lalu beliau mengatakan, ”Sesungguhnya petir adalah malaikat
yang meneriaki (membentak) untuk mengatur hujan sebagaimana pengembala ternak
membentak hewannya.”Apabila ’Abdullah bin Az Zubair mendengar petir, dia menghentikan pembicaraan, kemudian mengucapkan,
سُبْحَانَ الَّذِيْ يُسَبِّحُ
الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلَائِكَةُ مِنْ خِيْفَتِهِ
(Mahasuci Allah yang petir dan para malaikat bertasbih dengan memuji-Nya
karena rasa takut kepada-Nya). Kemudian beliau mengatakan,
إِنَّ هَذَا لَوَعِيْدٌ
شَدِيْدٌ لِأَهْلِ الأَرْضِ
”Inilah ancaman yang sangat keras untuk penduduk suatu negeri”. Jadi, do’a yang bisa dibaca ketika mendengar geledek atau suara petir adalah bacaan:
سُبْحَانَ الَّذِيْ يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلَائِكَةُ مِنْ خِيْفَتِهِ
(Mahasuci Allah yang petir dan para malaikat bertasbih dengan memuji-Nya karena rasa takut kepada-Nya).
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Sumber terkait :
Artikel http://rumaysho.com
http://rumaysho.com/amalan/fenomena-kilatan-petir-dan-geledek-dalam-kacamata-islam-684.

Komentar
Posting Komentar