Ilmuan Muslim Yang Berpengaruh dalam Sains
Inilah 101 Ilmuwan dan Tokoh Sains Muslim Yang
Dilupakan Dunia
Islam sering kali diberikan gambaran
oleh orang-orang dan golongan yang tidak pernah mengenalnya sebagai agama yang
mundur dan memundurkan.
Islam juga dikatakan tidak pernah
menggalakkan umatnya untuk menuntut dan menguasai pelbagai lapangan ilmu
pengetahhuan.
Sejarah telah membuktikan betapa dunia
Islam telah melahirkan banyak golongan sarjana dan ilmuwan yang cukup hebat
dalam berbagai bidang keilmuwan.
Pada masa lalu dan memang sudah ajaran
Islam, bahwa jika seseorang menemukan alat atau apapun yang belum ada manusia
yang menciptakannya, maka wajiblah baginya untuk menyebarkan hasil temuannya
itu.
Menyebarkannya kepada umat manusia
agar mereka semakin dapat mempermudah pekerjaannya dan menjadikan mereka
semakin bersyukur kepada Allah.
Mereka tidak menuntut satu apapun,
termasuk “hak paten” atau “upeti” lainnya akibat temuannya tersebut.
Dan dari orang-orang baratlah
ilmu-ilmu itu kemudian dicuri, lalu dipatenkan atas nama mereka masing-masing
untuk mencari keuntungan. Banyak sekali penemuan-penemuan dari kebudayaan Islam
yang tak tercatat sejarah.
Salah satu ciri yang dapat
diperhatikan pada para tokoh ilmuwan Islam ialah mereka tidak sekedar dapat
menguasai ilmu tersebut pada usia yang muda, tetapi mereka juga menguasai
keilmuwan tersebut dalam masa yang singkat dan dapat menguasai beberapa bidang
ilmu secara bersamaan.
Inilah 101 Ilmuwan dan Tokoh Sains Muslim Yang Dilupakan
Dunia
Abu Bakar
Muhammad bin Zakaria ar-Razi
atau dikenali
sebagai Rhazes di dunia barat merupakan salah seorang pakar sains
Iran yang hidup antara tahun 864 – 930. Ar-Razi juga diketahui sebagai ilmuwan
serbabisa dan dianggap sebagai salah satu ilmuwan terbesar dalam Islam. Ia
lahir di Rayy, Teheran pada tahun 251 H./865 dan wafat pada tahun 313 H/925.
Ar-Razi sejak muda telah mempelajari filsafat, kimia, matematika dan
kesastraan. Dalam bidang kedokteran, ia berguru kepada Hunayn bin Ishaq di
Baghdad. Sekembalinya ke Teheran, ia dipercaya untuk memimpin sebuah rumah
sakit di Rayy. Selanjutnya ia juga memimpin Rumah Sakit Muqtadari di Baghdad.
Sebagai seorang dokter utama di rumah sakit di Baghdad, ar-Razi merupakan orang
pertama yang membuat penjelasan seputar penyakit cacar. Razi diketahui sebagai
seorang ilmuwan yang menemukan penyakit “alergi asma”, dan ilmuwan pertama yang
menulis tentang alergi dan imunologi. Pada salah satu tulisannya, dia
menjelaskan timbulnya penyakit rhintis setelah mencium bunga mawar pada musim
panas. Razi juga merupakan ilmuwan pertama yang menjelaskan demam sebagai
mekanisme tubuh untuk melindungi diri. Pada bidang farmasi, ar-Razi juga
berkontribusi membuat peralatan seperti tabung, spatula dan mortar. Ar-razi
juga mengembangkan obat-obatan yang berasal dari merkuri.
Abu Ali Muhammad
al-Hassan ibnu al-Haitham atau Ibnu Haitham
(Basra,965
– Kairo 1039), dikenal dalam kalangan cerdik pandai di Barat, dengan
nama Alhazen, adalah seorang ilmuwan Islam yang ahli dalam bidang sains,
falak, matematika, geometri, pengobatan, dan filsafat. Ia banyak pula melakukan
penyelidikan mengenai cahaya, dan telah memberikan ilham kepada ahli sains
barat seperti Boger, Bacon, dan Kepler dalam menciptakan mikroskop serta
teleskop. Bidang lain: Physics,Optics, Mathematics.
Orang-orang Eropa menamakannya Gebert, ia
hidup antara tahun 721-815 M. Dia adalah seorang tokoh Islam yang mempelajari
dan mengembangkan dunia Islam yang pertama. Ilmu tersebut kemudian berkembang
dan kita mengenal sebagai ilmu kimia. Bidang keahliannya, (dimana dia
mengadakan peneltian) adalah bidang : Logika, Filosofi, Kedokteran, Fisika,
Mekanika, dan sebagainya.
Abu Yusuf Yacub Ibnu Ishak Al-Kindi
Dalam dunia barat dia dikenal dengan nama Al-Kindus. Memang sudah menjadi semacam adat kebiasaan orang barat pada masa lalu dengan melatinkan nama-nama orang terkemuka, sehingga kadang-kadang orang tidak mengetahui apakah orang tersebut muslim atau bukan. Tetapi para sejarawan kita sendiri maupun barat mengetahui dari buku-buku yang ditinggalkan bahwa mereka adalah orang Islam, karena karya orisinil mereka dapat diketahui dalam bentuk tulisan ilmiah mereka sendiri. Al Khindi ahli adalah ilmuwan ensiklopedi, pengarang 270 buku, ahli matematika, fisika, musik, kedokteran, farmasi, geografi, ahli filsafat Arab dan Yunani kuno.
Al-Kindi adalah seorang filosof muslim dan ilmuwan sedang bidang disiplin ilmunya adalah: Filosofi, Matematika, Logika, Musik, Ilmu Kedokteran.
Dalam dunia barat dia dikenal dengan nama Al-Kindus. Memang sudah menjadi semacam adat kebiasaan orang barat pada masa lalu dengan melatinkan nama-nama orang terkemuka, sehingga kadang-kadang orang tidak mengetahui apakah orang tersebut muslim atau bukan. Tetapi para sejarawan kita sendiri maupun barat mengetahui dari buku-buku yang ditinggalkan bahwa mereka adalah orang Islam, karena karya orisinil mereka dapat diketahui dalam bentuk tulisan ilmiah mereka sendiri. Al Khindi ahli adalah ilmuwan ensiklopedi, pengarang 270 buku, ahli matematika, fisika, musik, kedokteran, farmasi, geografi, ahli filsafat Arab dan Yunani kuno.
Al-Kindi adalah seorang filosof muslim dan ilmuwan sedang bidang disiplin ilmunya adalah: Filosofi, Matematika, Logika, Musik, Ilmu Kedokteran.
Abul Hakam Umar
bin Abdurrahman bin Ahmad bin Ali Al-Kirmani
Adalah
cendekiawan besar abad ke-12 dari Kordoba, Al-Andalus. Ia adalah murid dari
Maslamah Al-Majriti. Ia mempelajari dan berkarya di bidang bidang geometri dan
logika. Menurut muridnya Al-Husain bin Muhammad Al-Husain bin Hayy Al-Tajibi,
“tak ada yang sepandai Al-Kirmani dalam memahami geometri atau jawaban atas
pertanyaan-pertanyaannya yang tersulit, dan dalam mempertunjukkan seluruh
bagian dan bentuknya.” Ia lalu pindah ke Harran, Al-Jazirah (sekarang terletak
di Turki). Disana ia mempelajari geometri dan kedokteran. Ia lalu kembali ke
Al-Andalus dan tinggal di Sarqasta (Zaragoza). Ia diketahui menjalankan praktik
bedah seperti amputasi dan kauterisasi.
Abul Qasim Khalaf
ibn al-Abbas az-Zahrawi
Adalah
salah satu pakar di bidang kedokteran pada masa Islam abad Pertengahan. Dia
lahir di Madinatuz Zahra’, 936 – 1013 yang dikenal di Barat
sebagaiAbulcasis. Karya terkenalnya adalah Al-Tasrif, kumpulan
praktik kedokteran yang terdiri atas 30 jilid. Abul Qasim lahir di Zahra, yang
terletak di sekitar Kordoba, Spanyol. Di kalangan bangsa Moor Andalusia, dia
dikenal dengan nama “El Zahrawi”. Al-Qasim adalah dokter kerajaan pada masa
Khalifah Al-Hakam II dari kekhalifahan Umayyah. Al-Tasrif berisi
berbagai topik mengenai kedokteran, termasuk di antaranya tentang gigi dan
kelahiran anak. Buku ini diterjemahkan ke bahasa Latin oleh Gerardo dari
Cremona pada abad ke-12, dan selama lima abad Eropa Pertengahan, buku ini
menjadi sumber utama dalam pengetahuan bidang kedokteran di Eropa. Bidang lain:
Surgery, Medicine.
Muhammad ibn
Muhammad ibn Mahmud Abu Mansur al-Samarqandi al-Maturidi al-Hanafi
atauAbu Mansyur Almaturiddi
Adalah seorang cendekiawan muslim dan ahli di
bidang ilmu kalam. Maturidi dilahirkan di Maturid, dekat Samarqand. Di bidang
ilmu agama, beliau berguru pada Abu Nasr al-`Ayadi and Abu Bakr Ahmad
al-Jawzajani. Ia banyak menulis tentang Mu’tazilah, Qarmati, dan Syiah.
Ibnu Rushd atau nama
lengkapnya Abu Walid Muhammad Ibnu Ahmad adalah ahli falsafah,
perubatan, matematik, teologi, ahli fikah mazhab Maliki, astronomi, geografi
dan sains. Rushd lahir 1126 dan meninggal dunia 1198. Dilahirkan di Sepanyol dan
meninggal dunia di Maghribi, beliau adalah ahli falsafah yang paling agung
pernah dilahirkan dalam sejarah Islam. Pengaruhnya bukan sahaja berkembang luas
didunia Islam, tetapi juga di kalangan masyarakat di Eropah. Di Barat, beliau
dikenal sebagai Averroes dan bapa kepada fahaman sekularisme.
Abu Raihan
Al-Biruni
Merupakan
matematikawan Persia, astronom, fisikawan, sarjana, penulis ensiklopedia,
filsuf, pengembara, sejarawan, ahli farmasi dan guru, yang banyak menyumbang
kepada bidang matematika, filsafat, obat-obatan. Abu Raihan Al-Biruni
dilahirkan di Khawarazmi, Turkmenistan atau Khiva di kawasan Danau Aral di Asia
Tengah yang pada masa itu terletak dalam kekaisaran Persia. Dia belajar
matematika dan pengkajian bintang dari Abu Nashr Mansur. Abu Raihan Al-Biruni
merupakan teman filsuf dan ahli obat-obatan Abu Ali Al-Hussain Ibn Abdallah Ibn
Sina/Ibnu Sina, sejarawan, filsuf, dan pakar etik Ibnu Miskawaih, di
universitas dan pusat sains yang didirikan oleh putera Abu Al Abbas Ma’mun
Khawarazmshah. Dia lahir 15 September 973 dan meninggal 13 Desember
1048. Bidang lain: Astronomy, Mathematics, determined Earth’s circumference
Muhammad Ibnu
Musa Al-Khawarizmi (780 – 850)
Adalah seorang pakar dalam bidang matematik, astronomi dan geografi dari Iran. Al-Khawarizmi juga dikenali sebagai bapa algebra. Orang Eropa menyebutnya dengan AlGorisma. Nama itu kemudian dipakai orang-orang barat dalam arti kata Aritmatika atau ilmu hitung. Mengapa ? Karena dia adalah seorang muslim yang pertama-tama dan ternama dalam ilmu Matematika dan ilmu hitung. Bukunya yang terkenal berjudul Al-jabar Wal Muqobalah, kemudian buku tersebut disalin oleh orang-orang barat dan sampai sekarang ilmu itu kita kenal dengan nama Al-Jabar.
Adalah seorang pakar dalam bidang matematik, astronomi dan geografi dari Iran. Al-Khawarizmi juga dikenali sebagai bapa algebra. Orang Eropa menyebutnya dengan AlGorisma. Nama itu kemudian dipakai orang-orang barat dalam arti kata Aritmatika atau ilmu hitung. Mengapa ? Karena dia adalah seorang muslim yang pertama-tama dan ternama dalam ilmu Matematika dan ilmu hitung. Bukunya yang terkenal berjudul Al-jabar Wal Muqobalah, kemudian buku tersebut disalin oleh orang-orang barat dan sampai sekarang ilmu itu kita kenal dengan nama Al-Jabar.
Muhammad Ibnu
Zakaria Al-Razi
Hidup antara tahun 864-930 dan namanya dilatinkan menjadi Razes. Seorang dokter klinis yang terbesar pada masa itu dan pernah mengadakan satu penelitian Al-Kimi atau sekarang lebih terkenal disebut ilmu Kimia.
Didalam penelitiannya pada waktu itu Muhammad Ibnu Zakaria Al-Razi sudah menggunakan peralatan khusus dan secara sistimatis hasil karyanya dibukukan, sehingga orang sekarang tidak sulit mempelajarinya. Disamping itu Al-Razi telah mengerjakan pula proses kimiawi seperti: Distilasi, Kalsinasi dan sebagainya dan bukunya tersebut merupakan suatu buku pegangan Lboratorium Kimia yang pertama di dunia. Bidang lain: Medicine, Ophthalmology, Smallpox , Chemistry, Astronomy.
Hidup antara tahun 864-930 dan namanya dilatinkan menjadi Razes. Seorang dokter klinis yang terbesar pada masa itu dan pernah mengadakan satu penelitian Al-Kimi atau sekarang lebih terkenal disebut ilmu Kimia.
Didalam penelitiannya pada waktu itu Muhammad Ibnu Zakaria Al-Razi sudah menggunakan peralatan khusus dan secara sistimatis hasil karyanya dibukukan, sehingga orang sekarang tidak sulit mempelajarinya. Disamping itu Al-Razi telah mengerjakan pula proses kimiawi seperti: Distilasi, Kalsinasi dan sebagainya dan bukunya tersebut merupakan suatu buku pegangan Lboratorium Kimia yang pertama di dunia. Bidang lain: Medicine, Ophthalmology, Smallpox , Chemistry, Astronomy.
Abu Nasir
Al-Farabi
Orang barat menyebutnya dengan ALFARABIUS. Ia hidup tahun antara tahun 870-900 Masehi dan merupakan tokoh Islam yang pertama dalam bidang Logika. Al Farabi juga mengembangkan dan mempelajari ilmu Fisika, Matematika, Etika, Filosofi, Politik, dan sebagainya. Bidang lain: Sociology, Logic, Philosophy, Political Science, Music.
Abul Wafa
Muhammad Ibn Muhammad Ibn Yahya Ibn Ismail Buzjani (Buzhgan, Nishapur,
Iran, 940 – 997 / 998)
Adalah seorang ahli astronomi dan
matematikawan dari Persia. Pada tahun 959, Abul Wafa pindah ke Irak, dan
mempelajari matematika khususnya trigonometri di sana. Dia juga mempelajari
pergerakan bulan; salah satu kawah di bulan dinamai Abul Wáfa sesuai dengan
namanya. Salah satu kontribusinya dalam trigonometri adalah mengembangkan
fungsi tangen dan mengembangkan metode untuk menghitung tabel trigonometri.
Abul Qasim
Maslamah bin Ahmad Al-Majriti
Adalah seorang astronom, alkimiawan,
matematikawan, dan ulama Arab Islam dari Al-Andalus (Spanyol yang dikuasai
Islam). Abdul Qasim lahir di Madrid dan meninggal 1008 atau 1007 M).Ia juga
ikut serta dalam penerjemahan Planispherium karya Ptolemeus,
memperbaiki terjemahan Almagest, memperbaiki tabel astronomi dari
Al-Khwarizmi, menyusun tabel konversi kalender Persia ke kalender Hijriah,
serta mempelopori teknik-teknik geodesi dan triangulasi. Ia juga ditulis
sebagai salah satu penulis Ensiklopedia Ikhwan As-Shafa, tapi kecil kemungkinan
bahwa ia benar-benar salah satu penulisnya.
Abu Ali Al-Husein
Ibnu Sina atau dikenal dengan nama Avicenna
Hidup antara
tahun 986-1037 M. Seorang ilmuwan muslim dan Filosof besar pada waktu itu,
hingga kepadanya diberikan julukan Syeh Al-Rais.
Keistimewaannya antara lain pada masa umur 10 tahun sudah hafal Al-Qur`an, kemudian pada usia 18 tahun sudah mampu menguasai semua ilmu yang ada pada waktu itu, bidang keahliannya adalah ilmu Kedokteran, ilmu Fisika, Geologi, Mineralogi. Juga dibidang Medicine, Philosophy, Mathematics, Astronomy.
Keistimewaannya antara lain pada masa umur 10 tahun sudah hafal Al-Qur`an, kemudian pada usia 18 tahun sudah mampu menguasai semua ilmu yang ada pada waktu itu, bidang keahliannya adalah ilmu Kedokteran, ilmu Fisika, Geologi, Mineralogi. Juga dibidang Medicine, Philosophy, Mathematics, Astronomy.
Abu Abdullah
Muhammad Al-Idrisi
Merupakan salah seorang pakar sains
Islam yang hidup di Sicily. Sumbangan utama tokoh ini ialah menghasilkan peta
bebola perak seberat 400 paun untuk Raja Roger II, lengkap dengan membahagikan
dunia kepada 7 iklim, laluan perdagangan, teluk, tasik, sungai, bandar-bandar
besar, bukit dan lembah serta gunung-ganang. Al Idrisi lahir 1099 Masihi di
Ceuta, Sepanyol dan meninggal pada 1166 Masihi. Beliau juga mencatatkan jarak
dan ketinggian sesuatu tempat dengan tepat. Tokoh Geografi kurun ke-12 ini
kemudiannya menghasilkan buku Nuzhah al Musytaq fi Ishtiraq al Afaq (Kenikmatan
pada Keinginan Untuk Menjelajah Negeri-negeri) atau Roger’s Bookiaitu
sebuah ensiklopedia geografi yang mengandungi peta dan informasi tentang negara
Eropah, Afrika dan Asia. Buku ini mencatatkan perihal masyarakat, budaya,
kerajaan dan cuaca negara-negara yang terdapat di dalam petanya. Beliau turut
menggunakan semula garisan lintang dan garisan bujur yang diperkenalkan
sebelumnya dalam peta yang dihasilkan. Beberapa abad lamanya, Eropah
menggunakan peta Al Idrisi dan turut menggunakan hasil kerja ilmuwan ini ialah
Christopher Columbus.
Piri
Reis pencipta peta dunia
terlengkap dibuat pada tahun 1513. Para ahli satelit sendiri pun merasa
terkejut dengan model pemetaan yang dibuat oleh tokoh Muslimin tersebut.
peta yang dibuat diatas sepotong kulit rusa berukuran 90×65 centimeter
tersebut benar-benar digambarkan lengkap dan cukup detail. Bahkan hasil
perbandingan dengan pemotretan dari angkasa luar yang dilakukan menggunakan
satelit saat ini memiliki bentuk yang sangat mirip. Mulanya para sejarawan
tidak percaya akan bukti keberadaan peta tersebut. Di peta yang terlihat jelas
hanyalah kawasan Laut Timur Tengah. Sementara kawasan lainnya seperti benua
Afrika dan Amerika sama sekali tergambar sangat berbeda. Baru setelah gambar
hasil pemotretan satelit jaman modern ini dipadukan dengan peta kuno karya
muslimin bangsa Turki tersebut sangat nyata kebenarannya bahwa gambar yang
ditorehkan dalam kulit tersebut memang sangat detail dan terperinci. (klik
disini unuk membaca artikel: Ilmuwan Muslim Pencipta Peta Dunia Pertama)
Omar
Al-Khayyám adalah seorang pemuisi, ahli
matematik, dan ahli astronomi. Kahyyam yang lahir: 18 Mei 1048 di Nishapur,
Iran (Parsi) dan meninggal 4 Desember 1131 itu mempunyai
nama asli Ghiyatuddin Abu al-Fatah Omar ibni Ibrahim Al-Nisaburi Khayami.
Khayam adalah perkataan pinjaman bahasa Arab yang bermakna “pembuat
khemah.” Beliau paling dikenali kerana himpunan puisinya, Rubaiyat Omar
Khayyam.
Ibnu
Nafis atau Ibn Al-Nafis Damishqui, merupakan orang pertama yang secara akurat
mendeskripsikan peredaran darah dalam tubuh manusia (pada 1242). Penggambaran
kontemporer proses ini telah bertahan. Khususnya, ia merupakan orang pertama
yang diketahui telah mendokumentasikan sirkuit paru-paru. Secara besar-besaran
karyanya tak tercatat sampai ditemukan di Berlin pada 1924. Dia lahir di
Damaskus (kini wilayah Suriah) tahun 1210 dan meninggal di Kairo (kini wilayah
Mesir), 17 Desember 1288 pada umur 77/78 tahun)
Abu Nashr Mansur
bin Ali (sekitar. 970 – 1036)
merupakan matematikawan dari Khwarazm. Ia banyak dikenal untuk penemuannya
tentang hukum sinus.
Abu Nashr
Mansur dilahirkan di Khwarazm
dari keluarga yang menguasai daerah itu. Ia kemudian menjadi pangeran dalam
iklim politik. Ia merupakan guru Al-Biruni dan juga kolega penting para
matematikawan. Bersama mereka menorehkan karya penemuan besar dalam matematika
dan mendedikasikan karyanya pada orang lain. Kebanyakan karya Abu Nashr
berfokus pada matematika, namun beberapa karyanya pada astronomi. Dalam
matematika, ia memiliki banyak tulisan penting pada trigonometri, yang
dikembangkan dari tulisan Ptolomeus. Ia juga memelihara karya Menelaus dari
Alexandria dan mengerjakan kembali banyak teorema Yunani. Ia meninggal di
daerah yang kini Afganistan dekat kota Ghazna.
Muhammad
Asad atau Leopold Weiss
adalah seorang cendekiawan muslim, mantan Duta Besar Pakistan untuk
Perserikatan Bangsa Bangsa, dan penulis beberapa buku tentang Islam termasuk
salah satu tafsir Al Qur’an modern yakni The Message of the Qur’an.
Muhammad Asad terlahir sebagai Leopold Weiss pada tahun 1900 di kota Lemberg,
saat itu bagian dari Kekaisaran Austria-Hongaria(sekarang bernama Lviv dan
terletak di Ukraina) dalam lingkungan keluarga Yahudi. Dia lahir di Lemberg,
Austria-Hongaria pada tahun 1900 dan meninggal di Spanyol pada tahun 1992.
Pendidikan agama yang ia enyam selama masa kecil hingga mudanya menjadikan ia
familiar dengan bahasa Aram, Kitab Perjanjian Lama serta teks-teks maupun
tafsir dari Talmud, Mishna, Gemara dan Targum.
Salman Al Farisi; pembuat strategi perang kanal, meriam
pelontar/tank.
Miqdad bin
Amru; pelopor pembuat
pasukan kalveleri/berkuda modern pertama.
Al
Nadim (990), abad ke 10
adalah pelopor pembuat katalog/ensiklopedi kebudayaan pertama.
Ma’mun Ar Rasyid yang hidup tahun 815, abad 9 adalah
pelopor pendiri perpustakaan umum pertama di dunia yang dikenal dengan Darul
Hikmah di Baghdad.
Nizam Al Mulk (1067); pelopor pendiri universitas modern pertama di
dunia yang dikenal dengan Nizamiyyah saat itu ditiru sistemnya oleh Oxford
Univ. Inggris.
Al
Ghazali (1111); pelopor pembuat
klasifikasi fungsi sosial pengetahuan yang dalam perkembangannya mengarah
timbulnya berbagai jenis referensi dan karya bibliografi, ahli ilmu kalam, ahli
tasawuf.
Al
Farabi (950); ahli musik dan
filsafat Yunani, (salah satu karya besarnya dijiplak bebas oleh Thomas
Aquinas).
Ibnu
Rusydi (1198) dikenal oleh
barat dengan nama Averusy; ahli fisika, ahli bahasa, ahli filsafat Yunani kuno.
Fakhruddin
Razi (1290); ahli matematika,
ahli fisika, tabib/dokter, filosof, penulis ensiklopedia ilmu pengetahuan
modern.
Al
Battani (sekitar 850 – 923)
adalah seorang ahli astronomi dan matematikawan dari Arab. Al Battani
lahir di Harran dekat Urfa. Salah satu pencapaiannya yang terkenal adalah
tentang penentuan tahun matahari sebagai 365 hari, 5 jam, 46 menit dan 24
detik. Al Battani juga menemukan sejumlah persamaan trigonometri.
Ibnu Khaldun (1406)
seorang sejarahwan, pendidik ulung, pendiri filsafat sejarah dan sosiologi.
Ibnu Khaldun, lahir 27 Mei 1332/732H, wafat 19 Maret 1406/808H) adalah seorang
sejarawan muslim dari Tunisia dan sering disebut sebagai bapak pendiri ilmu
historiografi, sosiologi dan ekonomi. Karyanya yang terkenal
adalah Muqaddimah (Pendahuluan).
Ibnu
Thufail (1185); dokter, filosof,
penulis novel filsafat paling awal Risalah Hayy Ibn Yaqzan kemudian dijiplak
habis-habisan oleh Defoe dengan judul barunya Robinson Crusoe
Ibnu Al
Muqaffa (757); pengarang kitab
Al Hayawan atau kitab tentang Binatang/ Ensiklopedia tentang Hewan.
Ikhwan Ash
Shafa (983); pembuat serial
pertama dan ensiklopedi pertama (bukanlah Marshall Cavendish seperti yang
diakui sekarang).
Al
Khwarizmi (850); menemukan
logaritma (berasal dari nama Al Khwarizmi) dan aljabar (Al Jabr), ilmu bumi
dengan menyatakan bumi itu bulat sebelum Galileo dengan bukunya Kitab Surah al
Ardh.
Abu
Wafa’ (997); mengembangan
ilmu Trigonometri dan Geometri bola serta penemu table Sinus dan Tangen, juga
penemu variasi dalam gerakan bulan.
Abu’l Hasan
Tsabit bin Qurra’ bin Marwan al-Sabi al-Harrani, (826 – 18 Februari 901) adalah seorang astronom dan matematikawan
dari Arab, dan dikenal pula sebagai Thebit dalam bahasa Latin. Tsabit
lahir di kota Harran, Turki. Tsabit menempuh pendidikan di Baitul
Hikmah di Baghdad atas ajakan Muhammad ibn Musa ibn Shakir. Tsabit menerjemahkan
buku Euclid yang berjudul Elements dan buku Ptolemy yang
berjudul Geograpia.
Umar
Khayyam (1123); memecahkan
persamaan pangkat tiga dan empat melalui kerucut-kerucut yang merupakan ilmu
aljabar tertinggi dalam matematika modern, penyair.
Al
Battani (929); ahli astronom
terbesar Islam, mengetahui jarak bumi – matahari, alat ukur gata
gravitasi, alat ukur garis lintang dan busur bumi pada globe dengan ketelitian
sampai 3 desimal, menerangkan bahwa bumi berputar pada porosnya, mengukur
keliling bumi. ( jauh sebelum Galileo), table astronomi, orbit planet-planet.
Ibnu Al
Haytsam (1039) pelopor di
bidang optik dengan kamus optiknya (Kitab Al Manazhir) jauh sebelum Roger
Bacon, Leonardo da Vinci, Keppler, dan Newton, penemu hukum pemantulan dan
pembiasan cahaya (jauh sebelum Snellius), penemu alat ukur ketinggian bintang
kutub, menerangkan pertambahan ukuran bintang-bintang dekat zenit.
Al Tusi atau Nasir al-Din
Tusi (1274) astronom
kawakan dari Damaskus yang melakukan penelitian tentang gerakan planet-planet,
membuat model planet (planetarium) jauh sebelum Copernicus.
Ibnu Bajjah atau lengkapnya Abu Bakar Muhammad bin
Yahya bin ash-Shayigh merupakan filsuf dan dokter Muslim Andalusia yang dikenal
di Barat dengan nama Latinnya, Avempace. Ia lahir di Saragossa di tempat
yang kini bernama Spanyol dan meninggal di Fez pada 1138. Pemikirannya memiliki
pengaruh yang jelas pada Ibnu Rushdi dan Yang Besar Albert. Kebanyakan buku dan
tulisannya tidak lengkap (atau teratur baik) karena kematiannya yang cepat. Ia
memiliki pengetahuan yang luas pada kedokteran, Matematika, dan Astronomi.
Sumbangan utamanya pada filsafat Islam ialah gagasannya pada Fenomenologi Jiwa,
namun sayangnya tak lengkap. Ekspresi yang dicintainya ialah Gharib dan
Motivahhed ekspresi yang diakui dan terkenal dari Gnostik Islam.
Tsabit bin Qurrah (901); penemu teori tentang getaran/trepidasi.
Jabir Ibnu Hayyan (813); ahli
kimia dengan berbagai eksperimennya, penemu sejumlah perlengkapan alat
laboraturium modern, system penyulingan air, identifikasi alkali, asam, garam,
mengolah asam sulfur, soda api, asam nitrihidrokhlorik pelarut logam dan air
raksa (jauh sebelum Mary Mercurie), pembuat campuran komplek untuk cat.
Kontribusi terbesar Jabir adalah dalam bidang kimia. Keahliannya ini didapatnya
dengan ia berguru pada Barmaki Vizier, di masa pemerintahan Harun Ar-Rasyid di
Baghdad. Ia mengembangkan teknik eksperimentasi sistematis di dalam penelitian
kimia, sehingga setiap eksperimen dapat direproduksi kembali. Jabir menekankan
bahwa kuantitas zat berhubungan dengan reaksi kimia yang terjadi, sehingga
dapat dianggap Jabir telah merintis ditemukannya hukum perbandingan tetap.
Kontribusi lainnya antara lain dalam penyempurnaan proses kristalisasi,
distilasi, kalsinasi, sublimasi dan penguapan serta pengembangan instrumen
untuk melakukan proses-proses tersebut.
Abu Bakar Ar
Razi (935); membagi zat
kimia ke dalam kategori mineral, nabati dan hewani (klasifikasi zat kimia) jauh
sebelum Dalton, pembagian fungsi tubuh manusia berdasarkan reaksi kimia
komplek.
Al
Majriti (1007); membuktikan
hukum ketetapan massa (900 tahun sebelum Lavoisier)
Al
Jahiz (869) menulis
penelitian tentang ilmu hewan (zoology) pertama kali. Al-Jahiz lahir di Basra,
Irak pada 781 M. Abu Uthman Amr ibn Bahr al-Kinani al-Fuqaimi al-Basri, nama
aslinya. Ahli zoologi terkemuka dari Basra, Irak ini merupakan ilmuwan Muslim
pertama yang mencetuskan teori evolusi. Pengaruhnya begitu luas di kalangan
ahli zoologi Muslim dan Barat. Jhon William Draper, ahli biologi Barat yang
sezaman dengan Charles Darwin pernah berujar, ”Teori evolusi yang dikembangkan
umat Islam lebih jauh dari yang seharusnya kita lakukan. Para ahli biologi
Muslim sampai meneliti berbagai hal tentang anorganik serta mineral.” Al-Jahiz
lah ahli biologi Muslim yang pertama kali mengembangkan sebuah teori evolusi ….
Ilmuwan dari abad ke-9 M itu mengungkapkan dampak lingkungan terhadap
kemungkinan seekor binatang untuk tetap bertahan hidup. Sejarah peradaban Islam
mencatat, Al-Jahiz sebagai ahli biologi pertama yang mengungkapkan teori
berjuang untuk tetap hidup (struggle for existence). Untuk dapat bertahan
hidup, papar dia, makhluk hidup harus berjuang, seperti yang pernah dialaminya
semasa hidup….. Beliau dilahirkan dan dibesarkan di keluarga miskin. Meskipun
harus berjuang membantu perekonomian keluarga yang morat-marit dengan menjual
ikan, ia tidak putus sekolah dan rajin berdiskusi di masjid tentang sains.
Beliau bersekolah hingga usia 25 tahun. Di sekolah, Al-Jahiz mempelajari banyak
hal, seperti puisi Arab, filsafat Arab, sejarah Arab dan Persia sebelum Islam,
serta Al-Qur’an dan hadist……
Al-Jahiz juga merupakan penganut awal determinisme lingkungan. Menurutnya, lingkungan dapat menentukan karakteristik fisik penghuni sebuah komunitas tertentu. Asal muasal beragamnya warna kulit manusia terjadi akibat hasil dari lingkungan tempat mereka tinggal….. Berkat teori-teori yang begitu cemerlang, Al-Jahiz pun dikenal sebagai ahli biologi terbesar yang pernah lahir di dunia Islam. Ilmuwan yang amat tersohor di kota Basra, Irak itu berhasil menuliskan kitab Ritab Al-Haywan (Buku tentang Binatang). Dalam kitab itu dia menulis tentang kuman, teori evolusi, adaptasi, dan psikologi binatang. Al-Jahiz pun tercatat sebagai ahli biologi pertama yang mencatat perubahan hidup burung melalui migrasi……. Tak cuma itu, pada abad ke-9 M. Al-Jahiz sudah mampu menjelaskan metode memperoleh ammonia dari kotoran binatang melalui penyulingan. Sosok dan pemikiran Al-Jahiz pun begitu berpengaruh terhadap ilmuwan Persia, Al-Qazwini, dan ilmuwan Mesir, Al-Damiri. Karirnya sebagai penulis ia awali dengan menulis artikel. Ketika itu Al-Jahiz masih di Basra. Sejak itu, ia terus menulis hingga menulis dua ratus buku semasa hidupnya…… Pada abad ke-11, Khatib al-Baghdadi menuduh Al-Jahiz memplagiat sebagian pekerjaannya dari Kitab al-Hayawan of Aristotle. Selain al-Hayawan, beliau juga menulis kitab al-Bukhala (Book of Misers or Avarice & the Avaricious), Kitab al-Bayan wa al-Tabyin (The Book of eloquence and demonstration), Kitab Moufakharat al Jawari wal Ghilman (The book of dithyramb of concubines and ephebes), dan Risalat mufakharat al-sudan ‘ala al-bidan (Superiority Of The Blacks To The Whites).
Suatu ketika, pada tahun 816 M ia pindah ke Baghdad. Al-Jahiz meninggal setelah lima puluh tahun menetap di Baghdad pada tahun 869, ketika ia berusia 93 tahun.
Al-Jahiz juga merupakan penganut awal determinisme lingkungan. Menurutnya, lingkungan dapat menentukan karakteristik fisik penghuni sebuah komunitas tertentu. Asal muasal beragamnya warna kulit manusia terjadi akibat hasil dari lingkungan tempat mereka tinggal….. Berkat teori-teori yang begitu cemerlang, Al-Jahiz pun dikenal sebagai ahli biologi terbesar yang pernah lahir di dunia Islam. Ilmuwan yang amat tersohor di kota Basra, Irak itu berhasil menuliskan kitab Ritab Al-Haywan (Buku tentang Binatang). Dalam kitab itu dia menulis tentang kuman, teori evolusi, adaptasi, dan psikologi binatang. Al-Jahiz pun tercatat sebagai ahli biologi pertama yang mencatat perubahan hidup burung melalui migrasi……. Tak cuma itu, pada abad ke-9 M. Al-Jahiz sudah mampu menjelaskan metode memperoleh ammonia dari kotoran binatang melalui penyulingan. Sosok dan pemikiran Al-Jahiz pun begitu berpengaruh terhadap ilmuwan Persia, Al-Qazwini, dan ilmuwan Mesir, Al-Damiri. Karirnya sebagai penulis ia awali dengan menulis artikel. Ketika itu Al-Jahiz masih di Basra. Sejak itu, ia terus menulis hingga menulis dua ratus buku semasa hidupnya…… Pada abad ke-11, Khatib al-Baghdadi menuduh Al-Jahiz memplagiat sebagian pekerjaannya dari Kitab al-Hayawan of Aristotle. Selain al-Hayawan, beliau juga menulis kitab al-Bukhala (Book of Misers or Avarice & the Avaricious), Kitab al-Bayan wa al-Tabyin (The Book of eloquence and demonstration), Kitab Moufakharat al Jawari wal Ghilman (The book of dithyramb of concubines and ephebes), dan Risalat mufakharat al-sudan ‘ala al-bidan (Superiority Of The Blacks To The Whites).
Suatu ketika, pada tahun 816 M ia pindah ke Baghdad. Al-Jahiz meninggal setelah lima puluh tahun menetap di Baghdad pada tahun 869, ketika ia berusia 93 tahun.
Kamaluddin Ad
Damiri (1450); mengembangkan
system taksonomi/ klasifikasi khusus ilmu hewan dan buku tentang kehidupan
hewan.
Abu Bakar Al
Baytar (1340); pengarang buku
tentang kedokteran hewan yang pertama.
Al
Khazini (1121); ahli kontruksi,
pengarang buku tentang teknik pengukuran (geodesi) dan kontruksi keseimbangan,
kaidah mekanis, hidrostatika, fisika, teori zat padat, sifat-sifat
pengungkit/tuas, teori gaya gravitasi (jauh 900 thn dari Newton)
Al
Farghani (870); pengarang buku
tentang pergerakkan benda-benda langit dan ilmu astronomi dan dipakai oleh
Dante jauh kemudian.
Al
Razi (abad ke8); pengarang kitab
Sirr Al Asrar (rahasianya rahasia) tentang penyulingan minyak mentah,Â
pembuatan ekstrak parfum/minyak wangi (sekarang Perancis yang terkenal),
ekstrak tanaman untuk keperluan obat, pembuatan sabun, kaca warna-warni,
keramik, tinta, bahan celup kain, ekstrak minyak dan lemak, zat warna,
bahan-bahan dari kulit, Mengembangkan penelitian tentang penyakit wanita dan
kebidanan, penyakit keturunan, penyakit mata, penyakit campak dan cacar.
Banu
Musa bersaudara (abad ke 9);
pengarang buku Al Hiyal (buku alat-alat pintar) yang berisikan 100 macam mesin
seperti pengisi tangki air otomatis, kincir air dan system kanal bawah tanah
(sekarang yang terkenal Belanda), teknik pengolahan logam, tambang, lampu
tambang, teknik survei dan pembuatan tambang bawah tanah.
Abul Hasan Ali
Al-Masu’di merupakan salah
seorang pakar sains Islam yang meninggal pada tahun 957. Dilahirkan di Baghdad,
dia juga merupakan seorang ahli sejarah, geografi dan falsafah. Dia pernah
mengembara ke Sepanyol, Rusia, India, Sri Lanka dan China serta menghabiskan
umurnya di Syiria dan Mesir. Dia berasal dari keturunan sahabat Nabi Muhammad,
Abdullah bin Mas’ud. Bukunya Muruj adh-Dhahab wa Ma’adin
al-Jawahir (Padang Emas dan Lombong Manikam) yang ditulis pada 943,
merupakan himpunan kisah perjalanan dan pembelajarannya. Ia menyentuh aspek
sosial dan kesusasteraan sejarah, perbincangan mengenai agama dan penerangan
geografi. Dia juga menulis buku Al-Tanbih wa al-Ashraf, yang merupakan
buku terakhirnya
Nasir
Al-Din Al-Tusi (1201–1274) adalah
ahli sains Islam Syiah berkebangsaan Iran yang dikenali sebagai ahli falsafah,
matematik, astronomi, teologi, serta pakar perubatan dan penulis, iaitu beliau
adalah seorang pakar dalam pelbagai bidang. Bidang lainnya: Astronomy,
Non-Euclidean Geometry.
Al
Farazi (790); perintis alat
astrolab planisferis yaitu mesin hitung analog pertama, sebagai alat Bantu astronomi
menghitung waktu terbit dan tenggelam serta titik kulminasi matahari dan
bintang serta benda langit lainnya pada waktu tertentu.
Taqiuddin (1565); merintis jam mekanis pertama dan alarmnya
yang digerakkan dengan pegas.
Ibnu
Nafis (1288); menulis dan
menggambarkan tentang sirkulasi peredaran darah dalam tubuh manusia (Harvey
1628 dianggap pertama yang menemukannya).
Abu Muhammad
Abdullah Ibn Ahmad Ibn al-Baitar Dhiya al-Din al-Malaqi merupakan salah seorang pakar sains Islam yang
hidup antara tahun meninggal pada tahun 1248. Lebih dikenali sebagai Ibn
al-Baitar, beliau dilahirkan di Malaga, Spanyol.
Az
Zahra (939); pembuat alat
bedah/pembedahan , teknik dan jenis pengoperasian, pengembangan ilmu kedokteran
gigi dan operasi gigi serta peralatan bedah gigi.
Al
Ibadi (873); pengarang buku
tentang anatomi mata, otak dan syaraf optik, permasalahan pada mata.
Ibnu
Fadlan (abad 10); membuat daftar
koordinat daerah Volga-Caspian (daerah Rusia) dan sosiologi daerah tersebut.
Ali
Ibn Rabban Al-Tabari merupakan salah
seorang pakar sains Islam yang hidup antara tahun 838 – 870.
Ibnu
Batutah (1369); membuat daftar
koordinat dan sosiologi wilayah China, Srilangka, India, Byzantium, Rusia
Selatan.
Ibnu
Majid (abad 15); pemandu Vasco de
Gamma dan menerbitkan buku panduan navigasi bagi pilot dan pelaut.
Ibnu
Khuradadhbih (abad 9); karya
geografi tentang kerajaan-kerajaan dan rute perjalanannya dari negeri-negeri
China, Korea dan Jepang.
Imam Hanafi, nama lengkapnya adalah An Nukman bin
Tsabit. Lahir tahun 700 M di Kufah, Irak. Ajarannya dalam ilmu fiqih adalah
selalu berpegang pada Al-Qur’an dan hadis. Beliau tidak menghendaki adanya
taklid dan bid’ah yang tidak ada dasarnya dalam Al Qur’an dan hadis. Dalam
menetapkan hukum fiqih beliau bersumber pada Al Qur’an, hadis, qiyas dan
ihtisan.
Imam Maliki, nama lengkapnya adalah Abu Abdillah
Malik bin Annas. Beliau lahir di Madinah tahun 716 M. Beliau merupakan ulama
besar di kawasan Arab. Dalam menetapkan ilmu fiqih, beliau berpedoman pada Al
Qur’an, hadis, ijma sahabat, dan kemaslahatan urf (adat) penduduk Madinah. Buku
karangannya diantaranya adalah Al Muwaththa. Imam Maliki ini adalah guru Imam
Syafi’i.
Imam Syafi’i, nama lengkapnya adalah Muhammad Ibnu
Idris bin Abbas bin Usman Asy Syafi’i.
Beliau dilahirkan di Palestina tahun 767
M. Menurut riwayat, beliau telah mahir membaca dan menulis Arab pada usia 5
tahun. Pada usia 9 tahun, beliau telah hafal Al Quran 30 juz. Pada usia 10
tahun, beliau sudah menghafal hadis yang terdapat dalam kitab Al Muwaththa
karya Imam Malik. Di usianya yang 15 tahun, beliau lulus dalam spesialisasi
hadis dari gurunya Imam Sufyan bin Uyaina, sehingga beliau diberi kepercayaan
untuk mengajar dan memberi fatwa kepada masyarakat dan menjadi guru besar di
Masjidil Haram, Mekah. Dalam menetapkan ilmu fiqih, Imam Syafi’i berpedoman
pada Al Qur’an, hadis, ijma’ dan qiyas. Buku karangan Imam Syafi’i adalah Ar
Risalah dan Al ‘Um. Ajaran Imam Syafi’i terkenal dengan Mazhab Syafi’i yang
banyak dianut oleh umat Islam di Indonesia, Asia Tenggara, Mesir, Baghdad, dan
negara lainnya.
Imam Hambali, nama lengkapnya adalah Ahmad bin Hambal
Asy Syaibani. Beliau lahir di Baghdad tahun 855 M. Ajarannya terkenal dengan
nama Mazhab Hambali. Dalam menetapkan hukum fiqih, Imam Hambali berpedoman pada
Al Qur’an, hadis, dan fatwa para sahabat.
Imam Ghazali, nama lengkapnya adalah Abu Hamid
Muhammad bin Muhammad Al Ghazali. Beliau lahir di Iran tahun 1058 M. Beliau
tokoh yang terkenal dalam bidang ilmu tafsir, ilmu fiqih, ilmu filsafat, dan
ilmu akhlak. Karena keluasan ilmunya, beliau mendapat gelar Hujjatul Islam.
Karya beliau diantaranya adalah Tahafut Al Falasifah, Huluqul Muslim, dan yang
terkenal adalah Ihya’ Ulumuddin.
Al Mas’udi ; menerbitkan ensiklopedi geografi yang
membahas gempa bumi, formasi geologis, sifat dasar laut mati, evolusi geologi
(jauh sebelum Maghelan dan Weber).
Al
Idris (1154); ahli peta bumi,
membuat peta bumi dan globe dengan dilengkapi penjelasan penggunaan kompas.
Yaqut
Hawami (1229); membuat kamus
geografi pertama berdasarkan abjad berisikan nama kota dan tempat yang dikenal
dan berisi informasi akurat mengenai ukuran bumi, zona iklim dan sifatnya,
geografi matematika dan politik.
Abu Al-Nasr
Al-Farabi atau dikenali
sebagai Al-Pharabius di dunia barat merupakan salah seorang pakar
sains dan ahli falsafah Islam yang hebat di dalam dunia Islam pada ketika
itu,beliau hidup antara tahun 870 – 950. Dia berasal dari Farab, Kazakhstan.
Ibnu Abdus
Salam (abad 13); merumuskan
pertama kali tentang hak-hak perlindungan binatang atau konservasi hewani.
Safiuddin (1294); memperkenalkan teori musik.
Al
Mawsili (850); ahli musik
klasik dan oleh muridnya musisi ulung Ziryab memperkenalkan ke Spanyol thn 822,
pengembangan notasi mensural, konsep gloss atau hiasan melodi, pengembangan
rumpun alat musik gesek, kecapi, kelompok gitar, busur gesek pada alat musik
gesek, musik keroncong dan morisko.
Abu Hasan Al
Asy’ari adalah tokoh
ilmuwan muslim di bidang ilmu tauhid. Beliau lahir di Baghdad tahun 873 M.
Ajaran Abu Hasan Al Asy’ari dikenal dengan paham Asy’ariah. Adapun ajaran
Asy’ariah yang berkembang sampai saat ini adalah sifat wajib Allah swt.
ada 13(wujud, qidam, baqa, mukhalafatul lilhawadis, qiyamuhu binafsihi,
wahdaniyat, qudrat, iradat, ilmu, hayat. sama’, bashar dan kalam) ditambah
dengan 7 sifat maknawiyah (qadiran, muridan, ‘aliman, hayyan, sami’an, basiran,
mutakalliman), sehingga menjadi 20 sifat wajib bagi Allah swt.
Nur Al-Din Ibn
Ishaq Al-Bitruji (1204)
dikenali sebagai Alpetragius) di dunia barat merupakan salah seorang ahli
sains Islam.
Muhammad
Abduh (Delta Nil, 1849 – Alexandria, 11 Juli 1905 ) adalah seorang pemikir muslim dari Mesir, dan
salah satu penggagas gerakan modernisme Islam. Beliau belajar tentang filsafat
dan logika di Universitas Al-Azhar, Kairo, dan juga murid dari Jamal al-Din
al-Afghani, seorang filsuf dan pembaharu yang mengusung gerakan Pan-Islamisme
untuk menentang penjajahan Eropa di negara-negara Asia dan Afrika. Muhammad
Abduh diasingkan dari Mesir selama enam tahun pada 1882, karena keterlibatannya
dalam Pemberontakan Urabi. Di Libanon, Abduh sempat giat dalam mengembangkan
sistem pendidikan Islam. Pada tahun 1884, ia pindah ke Paris, dan bersalam
al-Afghani menerbitkan jurnal Islam The Firmest Bond. Salah satu karya
Abduh yang terkenal adalah buku berjudul Risalah at-Tawhid yang diterbitkan
pada tahun 1897.
al-Allamah
al-Muhaddits al-Faqih az-Zahid al-Wara’ asy-Syaikh Abdul Muhsin bin Hammad
al-’Abbad al-Badr lahir di
Zulfa (300 km dari utara Riyadh) pada 3 Ramadan tahun 1353H (10 Desember 1934.
Ia adalah salah seorang pengajar di Masjid Nabawi yang mengajarkan kitab-kitab
hadits seperti Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud dan saat ini
beliau masih memberikan pelajaran Sunan Turmudzi. Ia adalah seorang ‘Alim
Robbaniy dan pernah menjabat sebagai wakil mudir (rektor) Universitas Islam
Madinah yang waktu itu rektornya adalah Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz.
Ahmad ibnu Yusuf
al-Misri (835 – 912) adalah
seorang matematikawan, putra dari Yusuf ibnu Ibrahim yang juga seorang
matematikawan. Ahmad ibnu Yusuf lahir di Baghdad, Irak dan kemudian pindah
bersama bapaknya ke Damaskus pada tahun 839. Kemudian ia pindah lagi ke Kairo,
dan dari sini lah namanya mendapat tambahan al-Misri (dari Mesir).
Abu-L ‘Abbas
Ahmad ibn Khallikan adalah
sarjana Muslim Kurdi pada abad ke-13. Karyanya yang paling terkenal
adalah Wafayat al-Ayan (Berita Kematian Laki-laki Ulung) atau lebih
dikenal sebagai Kamus Biografis. Dia lahir Irbil, 22 September 1211 -Damaskus,
Suriah dan meninggal 30 Oktober 1282. Menurut Encyclopedia Britannica, ibn Khallikan
memilih “bahan faktual untuk biografinya dengan sangat baik dari sisi
pengetahuan akademis” dan buku ini juga menyebutkan “… ia adalah seorang yang
menyumbangkan sumber berharga untuk karya kontemporer dan berisi petikan dari
biografi yang lebih awal yang sudah tidak lagi ada.” Ia mulai mengerjakan karya
ini dari tahun 1256 sampai dengan tahun 1274.
Ibnu
Rusyd (Ibnu Rushdi, Ibnu Rusyid,
dalam bahasa Latin Averroes, adalah seorang filsuf dari Spanyol
(Andalusia). Dia lahir tahun 1126 – Marrakesh, Maroko, dan meninggal 10
Desember 1198). Karya-karya Ibnu Rusyd meliputi bidang filsafat, kedokteran dan
fikih dalam bentuk karangan, ulasan, essai dan resume. Hampir semua karya-karya
Ibnu Rusyd diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dan Ibrani (Yahudi) sehingga
kemungkinan besar karya-karya aslinya sudah tidak ada. Filsafat Ibnu Rusyd ada
dua, yaitu filsafat Ibnu Rusyd seperti yang dipahami oleh orang Eropa pada abad
pertengahan; dan filsafat Ibnu Rusyd tentang akidah dan sikap keberagamaannya.
Ibnu Rusyd adalah seorang jenius yang berasal dari Andalusia dengan pengetahuan
ensiklopedik. Masa hidupnya sebagian besar diberikan untuk mengabdi sebagai
“Kadi” (hakim) dan fisikawan. Di dunia barat, Ibnu Rusyd dikenal sebagai
Averroes dan komentator terbesar atas filsafat Aristoteles yang memengaruhi
filsafat Kristen di abad pertengahan, termasuk pemikir semacam St. Thomas
Aquinas. Banyak orang mendatangi Ibnu Rusyd untuk mengkonsultasikan masalah
kedokteran dan masalah hukum.
Said
Al-Andalusí (Almería, 1029 – Toledo, 1070) “Al-Tulaytuli” (dari Toledo) adalah seorang qadi, ilmuwan dan sejarawan
Al-Andalus. Karyanya yang terkenal adalah Tabaqat
Al-Umam (Klasifikasi Bangsa-Bangsa), yang banyak dipelajari oleh para
sejarawan. Karyanya yang lain adalah Kumpulan Sejarah Bangsa Arab dan Non-Arab,
dan Koreksi Pergerakan Bintang-Bintang.
Jafar Muhammad
bin Musa bin Shakir Banu Musa, (800 – 873),
adalah seorang astronom dan matematikawan dari Baghdad. Ia bersama kedua
saudaranya (Ahmad Banu Musa dan Hasan Banu Musa) sangat aktif menerjemahkan
berbagai buku sains dari manuskrip Yunani dan Pahlavi ke dalam bahasa Arab pada
masa kekhalifahan Al-Ma’mun.
Mālik ibn Anas
bin Malik bin ‘Āmr al-Asbahi atau Malik bin Anas lahir di (Madinah pada tahun 714 (93 H),
dan meninggal pada tahun 800 (179 H)). Ia adalah pakar ilmu fikih dan hadits,
serta pendiri Mazhab Maliki.
Yusuf
al-Qaradawi (lahir di Shafth Turaab,
Kairo, Mesir, 9 September 1926; umur 84 tahun) adalah seorang cendekiawan
Muslim yang berasal dari Mesir. Ia dikenal sebagai seorang Mujtahid pada era
modern ini. Selain sebagai seorang Mujtahid ia juga dipercaya sebagai seorang
ketua majelis fatwa. Banyak dari fatwa yang telah dikeluarkan digunakan sebagai
bahan rujukan atas permasalahan yang terjadi. Namun banyak pula yang mengkritik
fatwa-fatwanya.
Jalaluddin
as-Suyuthi lahir 1445 (849H) – wafat 1505 (911H). Dia adalah ulama dan cendekiawan muslim
yang hidup pada abad ke-15 di Kairo, Mesir. Beliau pernah berguru pada al
Bulqini sampai wafatnya Al Bulqini, Beliau juga belajar hadits pada Syaikhul Islam
Taqiyyudin al Manaawi. Dalam Kitab beliau yang berjudul Khusnul Muhadlarah
beliau menyebutkan bahwa dari setiap guru yang aku datangi aku mendapatkan
lisensi dan aku menghitungnya sampai sejumlah 150 ijazah dari 150 guru.
Ibnu Qayyim
Al-Jauziyyah, Dilahirkan
di Damaskus, Suriah pada tanggal 4 Februari 1292, dan meninggal pada 23
September 1350) adalah seorang Imam Sunni, cendekiawan, dan ahli fiqh yang
hidup pada abad ke-13. Ia adalah ahli fiqih bermazhab Hambali. Disamping itu
juga seorang ahli Tafsir, ahli hadits, penghafal Al-Quran, ahli ilmu nahwu,
ahli ushul, ahli ilmu kalam, sekaligus seorang mujtahid.
Muhammad
Marmaduke William Pickthall (1875-1936)
adalah seorang intelektual Muslim Barat, yang terkenal dengan terjemahan Al
Qur’an yang puitis dan akurat dalam bahasa Inggris. Ia merupakan pemeluk agama
Kristen yang kemudian berpindah agama memeluk Islam. Pickthall adalah juga
seorang novelis, yang diakui oleh D.H Lawrence, H.G Wells dan E.M Forster, juga
seorang jurnalis, kepala sekolah serta pemimpin politik dan agama. Dididik di
Harrow, ia terlahir pada keluarga Inggris kelas menengah, yang akar keluarganya
mencapai ksatria terkenal William sang penakluk. Pickthall berkelana ke banyak
negara-negara Timur, mendapat reputasi sebagai ahli masalah Timur Tengah. Ia
menerbitkan terjemahannya atas Al Qur’an (The meaning of the Holy Qur’an),
ketika menjadi pejabat di bawah pemerintahan Nizam dari Hyderabad.
Terjemahannya ini menjadi terjemahan dalam bahasa Inggris pertama yang
dilakukan oleh seorang Muslim dan diakui oleh Universitas Al Azhar (Mesir);
terjemahan ini oleh Times Literary Supplement disebut sebagai sebuah pencapaian
penulisan yang besar. Pickthall dimakamkan di pemakaman Muslim di Brookwood.
Ahmad bin
Muhammad Miskawaih, Ibnu Miskawaih (932-1030) merupakan filsuf Iran yang menonjol dari Ray,
Iran. Ia merupakan tokoh politik yang aktif selama masa Al-Booye.
Pengaruhnya pada filsafat Islam terutama berkaitan dengan isu etik.
Al-Jāḥiẓ (781
– Desember 868/Januari 869) adalah
seorang cendekiawan Afrika-Arab yang berasal dari Afrika Timur. Ia merupakan
sastrawan Arab dan memiliki karya-karya dalam bidang literatur Arab, biologi,
zoologi, sejarah, filsafat, psikologi, Teologi Mu’taziliyah, dan
polemik-polemik politik religi.
Ibnu
Ismail Al Jazari
Ilmuwan Muslim Penemu Konsep Robotika Modern. Al Jazari mengembangkan prinsip hidrolik untuk menggerakkan mesin yang kemudian hari dikenal sebagai mesin robot…………..
”Tak mungkin mengabaikan hasil karya Al-Jazari yang begitu penting. Dalam bukunya, ia begitu detail memaparkan instruksi untuk mendesain, merakit, dan membuat sebuah mesin” (Donald Hill). Kalimat di atas merupakan komentar Donald Hill, seorang ahli teknik asal Inggris yang tertarik dengan sejarah teknologi, atas buku karya ahli teknik Muslim yang ternama, Al-Jazari………… Al Jazari merupakan seorang tokoh besar di bidang mekanik dan industri. Lahir dai Al Jazira, yang terletak diantara sisi utara Irak dan timur laut Syiria, tepatnya antara Sungai tigris dan Efrat………… Al-Jazari merupakan ahli teknik yang luar biasa pada masanya. Nama lengkapnya adalah Badi Al-Zaman Abullezz Ibn Alrazz Al-Jazari. Dia tinggal di Diyar Bakir, Turki, selama abad kedua belas. Ibnu Ismail Ibnu Al-Razzaz al-Jazari mendapat julukan sebagai Bapak Modern Engineering berkat temuan-temuannya yang banyak mempengaruhi rancangan mesin-mesin modern saat ini, diantaranya combustion engine, crankshaft, suction pump, programmable automation, dan banyak lagi………. Ia dipanggil Al-Jazari karena lahir di Al-Jazira, sebuah wilayah yang terletak di antara Tigris dan Efrat, Irak. Seperti ayahnya ia mengabdi pada raja-raja Urtuq atau Artuqid di Diyar Bakir dari 1174 sampai 1200 sebagai ahli teknik. Donald Routledge dalam bukunya Studies in Medieval Islamic Technology, mengatakan bahwa hingga zaman modern ini, tidak satupun dari suatu kebudayaan yang dapat menandingi lengkapnya instruksi untuk merancang, memproduksi dan menyusun berbagai mesin sebagaimana yang disusun oleh Al-Jazari. Pada 1206 ia merampungkan sebuah karya dalam bentuk buku yang berkaitan dengan dunia teknik…………. Beliau mendokumentasikan lebih dari 50 karya temuannya, lengkap dengan rincian gambar-gambarnya dalam buku, “al-Jami Bain al-Ilm Wal ‘Aml al-Nafi Fi Sinat ‘at al-Hiyal” (The Book of Knowledge of Ingenious Mechanical Devices). Bukunya ini berisi tentang teori dan praktik mekanik. Karyanya ini sangat berbeda dengan karya ilmuwan lainnya, karena dengan piawainya Al-Jazari membeberkan secara detail hal yang terkait dengan mekanika……… Dan merupakan kontribusi yang sangat berharga dalam sejarah teknik. Keunggulan buku tersebut mengundang decak kagum dari ahli teknik asal Inggris, Donald Hill (1974). Donald berkomentar bahwa dalam sejarah, begitu pentingnya karya Al-Jazari tersebut. Pasalnya, kata dia, dalam buku Al-Jazari, terdapat instruksi untuk merancang, merakit, dan membuat mesin………….. Di tahun yang sama juga 1206, al-Jazari membuat jam gajah yang bekerja dengan tenaga air dan berat benda untuk menggerakkan secara otomatis sistem mekanis, yang dalam interval tertentu akan memberikan suara simbal dan burung berkicau. Prinsip humanoid automation inilah yang mengilhami pengembangan robot masa sekarang……. Kini replika jam gajah tersebut disusun kembali oleh London Science Museum, sebagai bentuk penghargaan atas karya besarnya. Pada acara World of Islam Festival yang diselenggarakan di Inggris pada 1976, banyak orang yang berdecak kagum dengan hasil karya Al-Jazari. Pasalnya, Science Museum merekonstruksi kerja gemilang Al-Jazari, yaitu jam air……… Ketertarikan Donald Hill terhadap karya Al-Jazari membuatnya terdorong untuk menerjemahkan karya Al-Jazari pada 1974, atau enam abad dan enam puluh delapan tahun setelah pengarangnya menyelesaikan karyanya.Tulisan Al-Jazari juga dianggap unik karena memberikan gambaran yang begitu detail dan jelas. Sebab ahli teknik lainnya lebih banyak mengetahui teori saja atau mereka menyembunyikan pengetahuannya dari orang lain………….. Bahkan ia pun menggambarkan metode rekonstruksi peralatan yang ia temukan.
Karyanya juga dianggap sebagai sebuah manuskrip terkenal di dunia, yang dianggap sebagai teks penting untuk mempelajari sejarah teknologi. Isinya diilustrasikan dengan miniatur yang menakjubkan. Hasil kerjanya ini kerap menarik perhatian bahkan dari dunia Barat……….
Dengan karya gemilangnya, ilmuwan dan ahli teknik Muslim ini telah membawa masyarakat Islam pada abad ke-12 pada kejayaan. Ia hidup dan bekerja di Mesopotamia selama 25 tahun. Ia mengabdi di istana Artuqid, kala itu di bawah naungan Sultan Nasir al-Din Mahmoud.
Al-Jazari memberikan kontribusi yang pentng bagi dunia ilmu pengetahuan dan masyarakat. Mesin pemompa air yang dipaparkan dalam bukunya, menjadi salah satu karya yang inspiratif. Terutama bagi sarjana teknik dari belahan negari Barat…………
Jika menilik sejarah, pasokan air untuk minum, keperluan rumah tangga, irigasi dan kepentingan industri merupakan hal vital di negara-negara Muslim. Namun demikian, yang sering menjadi masalah adalah terkait dengan alat yang efektif untuk memompa air dari sumber airnya………
Masyarakat zaman dulu memang telah memanfaatkan sejumlah peralatan untuk mendapatkan air. Yaitu, Shaduf maupun Saqiya. Shaduf dikenal pada masa kuno, baik di Mesir maupun Assyria. Alat ini terdiri dari balok panjang yang ditopang di antara dua pilar dengan balok kayu horizontal……
Sementara Saqiya merupakan mesin bertenaga hewan. Mekanisme sentralnya terdiri dari dua gigi. Tenaga binatang yang digunakan adalah keledai maupun unta dan Saqiya terkenal pada zaman Roma……..
Para ilmuwan Muslim melakukan eksplorasi peralatan tersebut untuk mendapatkan hasil yang lebih memuaskan. Al-Jazari merintis jalan ke sana dengan menguraikan mesin yang mampu menghasilkan air dalam jumlah lebih banyak dibandingkan dengan mesin yang pernah ada sebelumnya. …..
Al-Jazari, kala itu, memikul tanggung jawab untuk merancang lima mesin pada abad ketiga belas. Dua mesin pertamanya merupakan modifikasi terhadap Shaduf, mesin ketiganya adalah pengembangan dari Saqiya di mana tenaga air menggantikan tenaga binatang………
Satu mesin yang sejenis dengan Saqiya diletakkan di Sungai Yazid di Damaskus dan diperkirakan mampu memasok kebutuhan air di rumah sakit yang berada di dekat sungai tersebut………
Mesin keempat adalah mesin yang menggunakan balok dan tenaga binatang. Balok digerakkan secara naik turun oleh sebuah mekanisme yang melibatkan gigi gerigi dan sebuah engkol.
Mesin itu diketahui merupakan mesin pertama kalinya yang menggunakan engkol sebagai bagian dari sebuah mesin. Di Eropa hal ini baru terjadi pada abad 15. Dan hal itu dianggap sebagai pencapaian yang luar biasa………
Pasalnya, engkol mesin merupakan peralatan mekanis yang penting setelah roda. Ia menghasilkan gerakan berputar yang terus menerus. Pada masa sebelumnya memang telah ditemukan engkol mesin, namun digerakkan dengan tangan. Tetapi, engkol yang terhubung dengan sistem rod di sebuah mesin yang berputar ceritanya lain……..
Penemuan engkol mesin sejenis itu oleh sejarawan teknologi dianggap sebagai peralatan mekanik yang paling penting bagi orang-orang Eropa yang hidup pada awal abad kelima belas. Bertrand Gille menyatakan bahwa sistem tersebut sebelumnya tak diketahui dan sangat terbatas penggunaannya………
Pada 1206 engkol mesin yang terhubung dengan sistem rod sepenuhnya dikembangkan pada mesin pemompa air yang dibuat Al-jazari. Ini dilakukan tiga abad sebelum Francesco di Giorgio Martini melakukannya…….
Sedangkan mesin kelima, adalah mesin pompa yang digerakkan oleh air yang merupakan peralatan yang memperlihatkan kemajuan lebih radikal. Gerakan roda air yang ada dalam mesin itu menggerakan piston yang saling berhubungan……..
Kemudian, silinder piston tersebut terhubung dengan pipa penyedot. Dan pipa penyedot selanjutnya menyedot air dari sumber air dan membagikannya ke sistem pasokan air. Pompa ini merupakan contoh awal dari double-acting principle. Taqi al-Din kemudian menjabarkannya kembali mesin kelima dalam bukunya pada abad keenam belas……
Ilmuwan Muslim Penemu Konsep Robotika Modern. Al Jazari mengembangkan prinsip hidrolik untuk menggerakkan mesin yang kemudian hari dikenal sebagai mesin robot…………..
”Tak mungkin mengabaikan hasil karya Al-Jazari yang begitu penting. Dalam bukunya, ia begitu detail memaparkan instruksi untuk mendesain, merakit, dan membuat sebuah mesin” (Donald Hill). Kalimat di atas merupakan komentar Donald Hill, seorang ahli teknik asal Inggris yang tertarik dengan sejarah teknologi, atas buku karya ahli teknik Muslim yang ternama, Al-Jazari………… Al Jazari merupakan seorang tokoh besar di bidang mekanik dan industri. Lahir dai Al Jazira, yang terletak diantara sisi utara Irak dan timur laut Syiria, tepatnya antara Sungai tigris dan Efrat………… Al-Jazari merupakan ahli teknik yang luar biasa pada masanya. Nama lengkapnya adalah Badi Al-Zaman Abullezz Ibn Alrazz Al-Jazari. Dia tinggal di Diyar Bakir, Turki, selama abad kedua belas. Ibnu Ismail Ibnu Al-Razzaz al-Jazari mendapat julukan sebagai Bapak Modern Engineering berkat temuan-temuannya yang banyak mempengaruhi rancangan mesin-mesin modern saat ini, diantaranya combustion engine, crankshaft, suction pump, programmable automation, dan banyak lagi………. Ia dipanggil Al-Jazari karena lahir di Al-Jazira, sebuah wilayah yang terletak di antara Tigris dan Efrat, Irak. Seperti ayahnya ia mengabdi pada raja-raja Urtuq atau Artuqid di Diyar Bakir dari 1174 sampai 1200 sebagai ahli teknik. Donald Routledge dalam bukunya Studies in Medieval Islamic Technology, mengatakan bahwa hingga zaman modern ini, tidak satupun dari suatu kebudayaan yang dapat menandingi lengkapnya instruksi untuk merancang, memproduksi dan menyusun berbagai mesin sebagaimana yang disusun oleh Al-Jazari. Pada 1206 ia merampungkan sebuah karya dalam bentuk buku yang berkaitan dengan dunia teknik…………. Beliau mendokumentasikan lebih dari 50 karya temuannya, lengkap dengan rincian gambar-gambarnya dalam buku, “al-Jami Bain al-Ilm Wal ‘Aml al-Nafi Fi Sinat ‘at al-Hiyal” (The Book of Knowledge of Ingenious Mechanical Devices). Bukunya ini berisi tentang teori dan praktik mekanik. Karyanya ini sangat berbeda dengan karya ilmuwan lainnya, karena dengan piawainya Al-Jazari membeberkan secara detail hal yang terkait dengan mekanika……… Dan merupakan kontribusi yang sangat berharga dalam sejarah teknik. Keunggulan buku tersebut mengundang decak kagum dari ahli teknik asal Inggris, Donald Hill (1974). Donald berkomentar bahwa dalam sejarah, begitu pentingnya karya Al-Jazari tersebut. Pasalnya, kata dia, dalam buku Al-Jazari, terdapat instruksi untuk merancang, merakit, dan membuat mesin………….. Di tahun yang sama juga 1206, al-Jazari membuat jam gajah yang bekerja dengan tenaga air dan berat benda untuk menggerakkan secara otomatis sistem mekanis, yang dalam interval tertentu akan memberikan suara simbal dan burung berkicau. Prinsip humanoid automation inilah yang mengilhami pengembangan robot masa sekarang……. Kini replika jam gajah tersebut disusun kembali oleh London Science Museum, sebagai bentuk penghargaan atas karya besarnya. Pada acara World of Islam Festival yang diselenggarakan di Inggris pada 1976, banyak orang yang berdecak kagum dengan hasil karya Al-Jazari. Pasalnya, Science Museum merekonstruksi kerja gemilang Al-Jazari, yaitu jam air……… Ketertarikan Donald Hill terhadap karya Al-Jazari membuatnya terdorong untuk menerjemahkan karya Al-Jazari pada 1974, atau enam abad dan enam puluh delapan tahun setelah pengarangnya menyelesaikan karyanya.Tulisan Al-Jazari juga dianggap unik karena memberikan gambaran yang begitu detail dan jelas. Sebab ahli teknik lainnya lebih banyak mengetahui teori saja atau mereka menyembunyikan pengetahuannya dari orang lain………….. Bahkan ia pun menggambarkan metode rekonstruksi peralatan yang ia temukan.
Karyanya juga dianggap sebagai sebuah manuskrip terkenal di dunia, yang dianggap sebagai teks penting untuk mempelajari sejarah teknologi. Isinya diilustrasikan dengan miniatur yang menakjubkan. Hasil kerjanya ini kerap menarik perhatian bahkan dari dunia Barat……….
Dengan karya gemilangnya, ilmuwan dan ahli teknik Muslim ini telah membawa masyarakat Islam pada abad ke-12 pada kejayaan. Ia hidup dan bekerja di Mesopotamia selama 25 tahun. Ia mengabdi di istana Artuqid, kala itu di bawah naungan Sultan Nasir al-Din Mahmoud.
Al-Jazari memberikan kontribusi yang pentng bagi dunia ilmu pengetahuan dan masyarakat. Mesin pemompa air yang dipaparkan dalam bukunya, menjadi salah satu karya yang inspiratif. Terutama bagi sarjana teknik dari belahan negari Barat…………
Jika menilik sejarah, pasokan air untuk minum, keperluan rumah tangga, irigasi dan kepentingan industri merupakan hal vital di negara-negara Muslim. Namun demikian, yang sering menjadi masalah adalah terkait dengan alat yang efektif untuk memompa air dari sumber airnya………
Masyarakat zaman dulu memang telah memanfaatkan sejumlah peralatan untuk mendapatkan air. Yaitu, Shaduf maupun Saqiya. Shaduf dikenal pada masa kuno, baik di Mesir maupun Assyria. Alat ini terdiri dari balok panjang yang ditopang di antara dua pilar dengan balok kayu horizontal……
Sementara Saqiya merupakan mesin bertenaga hewan. Mekanisme sentralnya terdiri dari dua gigi. Tenaga binatang yang digunakan adalah keledai maupun unta dan Saqiya terkenal pada zaman Roma……..
Para ilmuwan Muslim melakukan eksplorasi peralatan tersebut untuk mendapatkan hasil yang lebih memuaskan. Al-Jazari merintis jalan ke sana dengan menguraikan mesin yang mampu menghasilkan air dalam jumlah lebih banyak dibandingkan dengan mesin yang pernah ada sebelumnya. …..
Al-Jazari, kala itu, memikul tanggung jawab untuk merancang lima mesin pada abad ketiga belas. Dua mesin pertamanya merupakan modifikasi terhadap Shaduf, mesin ketiganya adalah pengembangan dari Saqiya di mana tenaga air menggantikan tenaga binatang………
Satu mesin yang sejenis dengan Saqiya diletakkan di Sungai Yazid di Damaskus dan diperkirakan mampu memasok kebutuhan air di rumah sakit yang berada di dekat sungai tersebut………
Mesin keempat adalah mesin yang menggunakan balok dan tenaga binatang. Balok digerakkan secara naik turun oleh sebuah mekanisme yang melibatkan gigi gerigi dan sebuah engkol.
Mesin itu diketahui merupakan mesin pertama kalinya yang menggunakan engkol sebagai bagian dari sebuah mesin. Di Eropa hal ini baru terjadi pada abad 15. Dan hal itu dianggap sebagai pencapaian yang luar biasa………
Pasalnya, engkol mesin merupakan peralatan mekanis yang penting setelah roda. Ia menghasilkan gerakan berputar yang terus menerus. Pada masa sebelumnya memang telah ditemukan engkol mesin, namun digerakkan dengan tangan. Tetapi, engkol yang terhubung dengan sistem rod di sebuah mesin yang berputar ceritanya lain……..
Penemuan engkol mesin sejenis itu oleh sejarawan teknologi dianggap sebagai peralatan mekanik yang paling penting bagi orang-orang Eropa yang hidup pada awal abad kelima belas. Bertrand Gille menyatakan bahwa sistem tersebut sebelumnya tak diketahui dan sangat terbatas penggunaannya………
Pada 1206 engkol mesin yang terhubung dengan sistem rod sepenuhnya dikembangkan pada mesin pemompa air yang dibuat Al-jazari. Ini dilakukan tiga abad sebelum Francesco di Giorgio Martini melakukannya…….
Sedangkan mesin kelima, adalah mesin pompa yang digerakkan oleh air yang merupakan peralatan yang memperlihatkan kemajuan lebih radikal. Gerakan roda air yang ada dalam mesin itu menggerakan piston yang saling berhubungan……..
Kemudian, silinder piston tersebut terhubung dengan pipa penyedot. Dan pipa penyedot selanjutnya menyedot air dari sumber air dan membagikannya ke sistem pasokan air. Pompa ini merupakan contoh awal dari double-acting principle. Taqi al-Din kemudian menjabarkannya kembali mesin kelima dalam bukunya pada abad keenam belas……
Abu
Al Zahrawi / ALBUCASIS
Sang Penemu Gips Era Islam. Abu Al Zahrawi merupakan seorang dokter, ahli bedah, maupun ilmuan yang berasal dari Andalusia. Dia merupakan penemu asli dari teknik pengobatan patah tulang dengan menggunakan gips sebagaimana yang dilakukan pada era modern ini. Sebagai seorang dokter era kekalifahan, dia sangat berjasa dalam mewariskan ilmu kedokteran yang penting bagi era modern ini.Al Zahrawi lahir pada tahun 936 di kota Al Zahra yaitu sebuah kota yang terletak di dekat Kordoba di Andalusia yang sekarang dikenal dengan negara modern Spanyol di Eropa. Ayah Al Zahrawi merupakan seorang penguasa kedelapan dari Bani Umayyah di Andalusia yang bernama Abbas.Menurut catatan sejarah keluarga ayah Al Zahrawi aslinya dari Madinah yang pindah keAndalusia.Al Zahrawi selain termasyhur sebagai dokter yang hebat juga termasyhur karena sebagai seorang Muslim yang taat.
Sang Penemu Gips Era Islam. Abu Al Zahrawi merupakan seorang dokter, ahli bedah, maupun ilmuan yang berasal dari Andalusia. Dia merupakan penemu asli dari teknik pengobatan patah tulang dengan menggunakan gips sebagaimana yang dilakukan pada era modern ini. Sebagai seorang dokter era kekalifahan, dia sangat berjasa dalam mewariskan ilmu kedokteran yang penting bagi era modern ini.Al Zahrawi lahir pada tahun 936 di kota Al Zahra yaitu sebuah kota yang terletak di dekat Kordoba di Andalusia yang sekarang dikenal dengan negara modern Spanyol di Eropa. Ayah Al Zahrawi merupakan seorang penguasa kedelapan dari Bani Umayyah di Andalusia yang bernama Abbas.Menurut catatan sejarah keluarga ayah Al Zahrawi aslinya dari Madinah yang pindah keAndalusia.Al Zahrawi selain termasyhur sebagai dokter yang hebat juga termasyhur karena sebagai seorang Muslim yang taat.
Subhanallah
bukan, sebagai seorang muslim kita patut bangga karena kita mempunyai
tokoh-tokoh besar yang tidak hanya taat kepada Allah dan rosul-Nya, tetapi juga
mahir dalam ilmu sains.
Memang,
sesungguhnya sains juga tidak kalah penting dengan agama. Karena hal ini
sebagai bekal kita untuk hidup di dunia.
Sains tanpa agama
bagaikan orang buta, sedangkan Agama tanpa sains bagaikan orang pincang. Oleh
karena itu, kedua hal tersebut harus di jalankan secara bersamaan supaya kita
masuk dalam golongan orang yang selamat di dunia maupun akhirat.
Sumber :
file:///D:/Tugas%20school/mb%20lele%20titep/101%20ILMUWAN%20MUSLIM%20_%20'Guide%20us%20to%20the%20Straight%20Path'%20(QS%201%206).htm
Komentar
Posting Komentar