Propolis Yang Menyehatkan
Allah
menciptakan segala sesuatu pasti ada maksud dan manfaatnya masing-masing. Salah
satunya adalah lebah madu yang sebagaimana telah terdapat dalam Firman Allah
SWT, Al-Quran surah An-Nahl. Lebah adalah salah satu makhluk Allah yang mampu
menghasilkan sesuatu yang menyehatkan juga nikmat bagi manusia. Diantaranya
adalah madu, royal jelly, tepung sari (bee pollen) dan propolis lebah.
Untuk hali ini, hanya dibahas mengenai propolis.
1.
Sejarah
Awalnya, pendeta Mesir kuno menggunakan propolis sebagai salah
satu bahan mengawetkan mumi. Dalam dunia kedokteran Arab, propolis
diidentifikasi oleh Ibnu Sina sebagai malam yang berwarna gelap, sebagai sisa
kotoran dari sarang. Sementara malam yang berwarna bening dikenali sebagai
bahan untuk membuat sarang. Malam yang berwarna gelap ini diketahui memiliki
sifat membersihkan. Namun tertulis juga dalam catatan Ibnu Sina, jika dicium
akan menyebabkan bersin. Bangsa Asiria kuno mempercayai propolis sebagai
obat untuk melawan kanker dan tumor. Sementara Bangsa Yunani menggunakannya
untuk mengobati bisul.
Dalam pengobatan tradisional Georgia, ditemukan salep yang
mengandung propolis untuk mengobati beberapa penyakit. Propolis digunakan untuk
bayi yang baru lahir atau diusapkan kepada mainannya. Propolis juga digunakan
untuk mengobati kutil, jika terjadi gangguan pernapasan, dan juga dalam kasus
luka bakar dan angina. Manfaat propolis bisa ditelusuri dari
sifat antimikrobanya.
Propolis digunakan oleh bangsa Yunani kuno sebagai bahan terapi
untuk melindungi tubuh manusia dari serangan bakteri, virus, jamur dan radikal
bebas. Propolis memiliki kemampuan farmakologi yang digunakan sebagai bahan
anti-inflamasi, hepatoprotektor, antitumor atau karsinostatik, antimikroba,
antivirus, antifungi, antiprotozoa, anastesi dan regenerasi jaringan (Bankova,
et al., 2000:4; Farre et al., 2004:25; Yaghoubi et al., 2007:45). Selain itu,
konsumsi propolis dapat meningkatkan sistem imun (imunostimultan). Propolis
secara simultan meningkatkan fungsi sistem imun dan secara langsung menghambat
mikroorganisme patogen. Propolis juga telah terbukti efektif melawan strain
bakteri yang resisten terhadap antibiotik, hal ini didasarkan pada kandungan
propolis yang kompleks (Sforcin, et al., 2002:1; Taheri et al.,
2005:414).
2.
Definisi
Propolis
adalah material lengket berwarna gelap yang dikumpulkan oleh lebah dari
berbagai jenis tumbuhan, dicampur dengan lilin lebah (wax) dan digunakan untuk
membangun konstruksi sarang lebah (Bankova et al., 2000:3). Kata “propolis”
berasal dari bahasa Yunani, yaitu pro (pertahanan depan, sebelum masuk) dan
polis (kota), yang secara umum bermakna pertahanan kota atau sarang lebah dari
benda-benda di luar sarang (Bankova et al., 2000:3; Scully, 2006:359). Propolis
merupakan subtansi resin alami yang merupakan campuran lilin lebah (wax), gula
dan eksudat tanaman atau getah (Scully, 2006:359). Getah yang menjadi bahan
dasar propolis ini berasal dari bagian tumbuhan penghasil getah yaitu kulit
kayu, tunas, wax, dan pucuk-pucuk daun (de Almaida & Menezes, 2002:6).
![]() |
|
Gb. Propolis
|
Lebah
madu (Apis mallifera L.) mengumpulkan resin-resin dari berbagai macam tumbuhan
yaitu getah yang keluar dari kuncup daun dan kulit batang tanaman conifer
(golongan pinus). Lebah kemudian membawa resin tersebut menuju sarang lebah dan
mencampur dengan enzim yang disekresikan dari kelenjar mandibula lebah,
meskipun demikian komponen yang terdapat di dalam propolis tidak mengalami
perubahan (Farre et al., 2004:22).
Produksi
propolis per koloni per tahun diperkirakan antara 10-300 gram, tetapi produksi
ini tergantung jenis lebah, iklim, sumber daya hutan, dan mekanisme pengumpulan
lebah. Propolis dapat langsung dimanfaatkan atau dilakukan pemurnian terlebih
dahulu dengan ekstraksi dan penyaringan (Krell, 1996:16; Farre et al.,
2004:22).
3.
Sifat Fisik Propolis
Propolis
merupakan suatu subtansi resin yang bentuknya lengket seperti lem, lembut dan
liat pada suhu 25°-45°C. Pada suhu kurang dari 15°C dan secara partikuler
ketika dibekukan atau didekatkan pada pendingin, propolis akan berubah menjadi
keras dan rapuh. Propolis akan tetap rapuh meskipun telah dilakukan pemanasan
dengan suhu yang lebih tinggi. Pada suhu di atas 45°C propolis akan menjadi
lebih lengket dan lebih liat. Propolis secara khas akan mencair pada suhu
60°-70°C, meskipun beberapa propolis titik leburnya mencapai 100°C (Krell,
1996:2).
Variasi
warna, komposisi dan khasiat propolis dapat terjadi karena sumber tanaman yang
bermacam-macam. Propolis berwarna kuning sampai coklat gelap, bahkan transparan
tergantung dari resin asalnya (Krell,1996:2). Selain itu propolis juga secara
umum bersifat tidak beracun, meskipun telah dilaporkan adanya reaksi alergi,
tetapi reaksi ini biasanya hanya sebatas kemerahan pada kulit (de Almaida &
Menezes, 2002:6).
4.
Kandungan Kimia Propolis
Propolis
kaya akan zat essensial yang sangat berguna bagi manusia. Komposisi kimia
propolis sangat bervariasi (warna dan aroma) dan erat hubungannya dengan jenis
dan umur tumbuhan serta letak geografis asal propolis (Lotfy, 2006:22). Umumnya
propolis mengandung resin dan balsam yang terdiri atas 55% flavonoid dan asam
fenol dan esternya, 30% lilin lebah (wax), 10% etereal dan minyak aromatis, 5%
pollen dan senyawa organik serta mineral sebesar 5% (Farre et al., 2004:24).
Jenis
senyawa kimia yang terdapat pada propolis sangat kompleks. Berdasarkan analisis
kimia menggunakan metode Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) yang
dilakukan oleh Greenaway et al. (1990) terhadap propolis yang dihimpun oleh
lebah dari tumbuhan poplar menunjukkan, propolis mengandung berbagai macam
senyawa, yaitu: asam amino, asam alifatik dan esternya, asam aromatik dan
esternya, alkohol, aldehida, khalkon, dihidrokhalkon, flavanon, flavon,
hidrokarbon, keton, dan terpenoid (Sabir, 2005:77).
Propolis
mengandung terpen, tanin, vitamin dan mineral dari sekresi kelenjar saliva
lebah (Farre et al., 2004:24). Vitamin yang terkandung dalam propolis adalah
vitamin A, B1, B2, B3, C dan E (Krell, 1996:4; Lotfy, 2006:23). Kandungan
mineral propolis adalah kalsium, magnesium, zat besi, silika, potasium, fosfor,
mangan, kobalt, dan tembaga (Bankova et al., 2000:9; Farre et al., 2004:25).
Propolis
kaya akan berbagai senyawa kimia termasuk asam amino, asam sinamat, alkohol
sinnamil, vanilin, asam kafeat fenetil ester, tetokrisin, isalpinin
pinosembrin, krisin, galangin, asam ferulat, dan senyawa bioflavonoid
(flavonoid) yang terkandung dalam propolis terdiri atas sejumlah besar minyak
volatil dan fenolik seperti flavon, flavonon, dan flavonol (Valcic, et al.,
1999:406; Yaghoubi et al., 2007:46).
5.
Manfaat Propolis
a.
Bagi Lebah
Bagi
lebah, propolis merupakan zat penting yang sangat fundamental yang diperlukan
untuk sterilisasi sarang lebah dari serangan bakteri, jamur dan penyakit.
Propolis berfungsi melindungi seluruh sarang dan tempat lebah ratu menyimpan
telurnya dari hama Bacillus larvae yang menyebabkan kebusukan telur-telurnya.
Jadi, propolis tidak hanya berfungsi sebagai penyegel atau penutup sarang lebah
tetapi juga menghalangi masuknya kuman penyakit (Krell, 1996:1).
Untuk lebih lanjutnya adalah digunakan untuk:
- Mengurangi
getaran di dalam sarang.
- Memperkuat
pertahanan sarang dengan menutup jalur masuk alternatif.
- Mencegah
penyakit dan parasit memasuki sarang, serta menghalangi pertumbuhan bakteri.
- Mengisolasi
binatang yang terlanjur masuk dan mati di dalam sarang sehingga menjadi
mumi yang tidak terlalu berbau dan berbahaya.
- Memperkuat
stabilitas struktur sarang
b.
Untuk Kesehatan Manusia
Propolis mendapatkan karakter kesehatannya dari kemampuannya menekan
pertumbuhan bakteri, virus dan fungi, serta kemampuannya meredakan inflamasi
(radang).Beberapa percobaan terhadap tikus memperlihatkan propolis mampu
memperbaiki pemulihan luka bakar, luka kecil, infeksi, peradangan, sakit
gigi, dan herpes kelamin. Namun hasil penelitian ini masih mentah karena
beberapa penelitian masih dalam skala kecil atau tidak didesain dengan baik.
Menurut situs U.S. National Library of Medicine, pengobatan yang
mungkin bisa efektif dengan propolis adalah herpes di mulut, herpes kelamin,
dan mempercepat penyembuhan serta mengurangi radang dan rasa sakit setelah
operasi mulut. Sementara untuk manfaat lainnya seperti sariawan, TBC, infeksi,
kanker mulut dan tenggorokan, memperbaiki imunitas, borok, penyakit perut dan
pencernaan, common cold, luka, radang, dan kondisi lainnya, masih terlalu
sedikit bukti yang didapatkan
Namun begitu, propolis
mungkin akan menimbulkan alergi, terutama kepada pengguna yang memiliki alergi
kepada lebah, atau produk dari lebah. Tablet hisap yang mengandung propolis
bisa menyebabkan iritasi dan bisul di mulut. Mereka yang memiliki riwayat asma
juga disarankan menghindari propolis. Untuk ibu hamil dan menyusui, belum
pernah dilakukan penelitian, namun sebaiknya dihindari karena tidak jelasnya
efek samping.
Pengguna yang terlalu lama menggunakan propolis bisa mengalami
pembengkakan, penumpukan cairan, sensasi terbakar, eksim, dan demam.
sumber
:

Komentar
Posting Komentar