Makan Menggunakan Tangan Kanan Itu Menyehatkan
Salah satu pola hidup sehat rasulullah adalah dalam hal kebiasaan beliau makan dan minum. Prof. Dr . Abdul Basith Muhammad as-Sayyid, seorang pakar kedokteran dan biofisika, telah menulis kitab yang sangat bagus mengenai hal ini berjudul "at-Taghdziyah an- Nabawiyah, al-Ghadza baina ad-Daa wa ad-Dawa". Kitab ini telah diterbitkan di Indonesia dengan judul "Pola Makan Rasulullah, Makanan Sehat Berkualitas menurut Al-Quran dan as-Sunnah". Buku ini memuat petunjuk cukup lengkap mengenai bagaimana Nabi mengatur program diet sehat sehingga kesehatan tubuh terjaga.
"Apabila
salah seorang dari kalian makan, maka hendaklah makan dengan tangan kanan dan
apabila dia minum, minumlah dengan tangan kanan. Karena setan apabila dia
makan, makan dengan tangan kiri dan apabila minum, minum dengan tangan
kiri." {HR. Muslim}
Terkadang orang suka menghina, makan dengan tangan itu terkesan jorok dan tidak berpendidikan. padahal, mereka justru tidak tahu bahwa ada hikmah dibalik sunnah Rasulullah Saw, mengapa beliau menyuruh kita untuk makan dengan tangan kanan. Makan menggunakan tiga jari tangan kanan, ternyata memang ada manfaatnya.
Terkadang orang suka menghina, makan dengan tangan itu terkesan jorok dan tidak berpendidikan. padahal, mereka justru tidak tahu bahwa ada hikmah dibalik sunnah Rasulullah Saw, mengapa beliau menyuruh kita untuk makan dengan tangan kanan. Makan menggunakan tiga jari tangan kanan, ternyata memang ada manfaatnya.
Menurut
artikel yang diterbitkan dalam paparetta.wordpress.com pada Oktober 2010 lalu,
makan menggunakan tangan terbukti lebih menyehatkan karena dalam tangan
terdapat enzim RNAse yang dapat mengikat bakteri sehingga tingkat aktivitasnya
sangat rendah ketika masuk bersama makanan ke saluran pencernaan tubuh. Berikut
beberapa penjelasan yang akan memberikan gambaran manfaat makan dengan
menggunakan tiga jari sebagaimana yang biasa dilakukan oleh Rasul.
"Sungguh Rasulullah shallallahu 'alaihi
wa sallam makan dengan menggunakan tiga jari." (HR. Muslim, HR. Daud)
Menggunakan
tiga jari (jempol, telunjuk, jari tengah) ketika makan secara otomatis membuat makanan
yang masuk ke mulut lebih sedikit jumlahnya sehingga enzim ptialin yg
diproduksi kelenjar saliva untuk mencerna makanan dapat berfungsi secara
maksimal. Makanan menjadi lebih lembut dan lebih mudah cerna oleh lambung.
Lambung mencerna makanan secara bertahap dan dalam volume kecil. Kondisi ini
memungkinkan sel-sel syaraf untuk memahami situasi kenyang.
RNAse, enzim yang dihasilkan tangan terutama oleh tiga jari tersebut (jempol, telunjuk, jari tengah) mempunyai kemampuan mengikat bakteri sehingga menghambat aktivitas bakteri dalam tubuh. Fakta ilmiah ini dengan jelas memberi pengertian kepada kita bahwa makan dengan menggunakan tiga jari bukanlah cara makan yang salah, "jorok", dan sejenisnya, tetapi justru akan memperkuat proteksi atau kekebalan terhadap penyakit karena adanya enzim RNAse yang menghambat aktivitas bakteri dalam tubuh. Dengan asumsi sudah dilakukan upaya menghigieniskan tangan sebelumnya, proses penyuapan makanan ke dalam saluran pencernaan akan mengikutkan enzim RNAse. Begitu makanan masuk ke saluran pencernaan, maka enzim RNAse akan ikut mengikat pergerakan bakteri hingga ke saluran pembuangan. RNA, terutama mRNA merupakan materi genetik yang mengkode suatu protein. Enzim proteinase K dapat digunakan untuk menghancurkan protein. Kotoran akibat lisis sel dipisahkan dengan cara sentrifugasi.
Kemudian molekul nuleotida (DNA danRNA) yang telah dipisahkan dibersihkan dari protein yang masih ada dengan menggunakan phenol. Dalam proses ini sebagian kecil RNA juga dapat dibersihkan. Sedangkan choloform digunakan untuk membersihkan sisa-sisa protein dan polisakarida dari larutan. EnzimRNAase digunakan untuk menghancurkan RNA sehingga DNA dapat diisolasi secara utuh. fungsi RNAse, Selain membersihkan RNA seluler yang tidak lagi diperlukan, RNases memainkan peran kunci dalam pematangan semua molekul RNA, RNA messenger baik yang membawa materi genetik untuk membuat protein, dan non-coding RNA yang berfungsi dalam proses seluler bervariasi. Selain itu, aktif RNA sistem degradasi adalah pertahanan pertama terhadap virus RNA, dan menyediakan mesin yang mendasari untuk lebih strategi canggih kekebalan seluler seperti RNAi .
RNAse, enzim yang dihasilkan tangan terutama oleh tiga jari tersebut (jempol, telunjuk, jari tengah) mempunyai kemampuan mengikat bakteri sehingga menghambat aktivitas bakteri dalam tubuh. Fakta ilmiah ini dengan jelas memberi pengertian kepada kita bahwa makan dengan menggunakan tiga jari bukanlah cara makan yang salah, "jorok", dan sejenisnya, tetapi justru akan memperkuat proteksi atau kekebalan terhadap penyakit karena adanya enzim RNAse yang menghambat aktivitas bakteri dalam tubuh. Dengan asumsi sudah dilakukan upaya menghigieniskan tangan sebelumnya, proses penyuapan makanan ke dalam saluran pencernaan akan mengikutkan enzim RNAse. Begitu makanan masuk ke saluran pencernaan, maka enzim RNAse akan ikut mengikat pergerakan bakteri hingga ke saluran pembuangan. RNA, terutama mRNA merupakan materi genetik yang mengkode suatu protein. Enzim proteinase K dapat digunakan untuk menghancurkan protein. Kotoran akibat lisis sel dipisahkan dengan cara sentrifugasi.
Kemudian molekul nuleotida (DNA danRNA) yang telah dipisahkan dibersihkan dari protein yang masih ada dengan menggunakan phenol. Dalam proses ini sebagian kecil RNA juga dapat dibersihkan. Sedangkan choloform digunakan untuk membersihkan sisa-sisa protein dan polisakarida dari larutan. EnzimRNAase digunakan untuk menghancurkan RNA sehingga DNA dapat diisolasi secara utuh. fungsi RNAse, Selain membersihkan RNA seluler yang tidak lagi diperlukan, RNases memainkan peran kunci dalam pematangan semua molekul RNA, RNA messenger baik yang membawa materi genetik untuk membuat protein, dan non-coding RNA yang berfungsi dalam proses seluler bervariasi. Selain itu, aktif RNA sistem degradasi adalah pertahanan pertama terhadap virus RNA, dan menyediakan mesin yang mendasari untuk lebih strategi canggih kekebalan seluler seperti RNAi .
( http://www.scribd.com/ doc/40727528/Aspirin
,http:// en.wikipedia.org/wiki/Ribonuclease)
Mengenai makan dengan menggunakan tangan kanan, beberapa hal penting yang perlu diperhatikan adalah :
Mengenai makan dengan menggunakan tangan kanan, beberapa hal penting yang perlu diperhatikan adalah :
1. Mencuci
tangan sebelum dan setelah makan
Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa tertidur sedang di kedua tangannya
terdapat bekas gajih (lemak), lalu ketika bangun pagi dia sudah menderita suatu
penyakit, maka hendaklah dia tidak mencela, kecuali dirinya sendiri."
Ada hadist hasan bahwa Nabi Saw sendiri jika hendak makan
mencuci tangan terlebih dahulu, sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits yang
diriwayatkan Nasa"i dari Aisyah ra.http://www.thibbun.com/thibbun- nabawi/pola-makan-rasulullah.html
Tangan mengandung enzim RNAase yang disekresikan oleh tangan.
Enzim ini selalu disekresikan.Ketika tangan kotor, enzim ini sedang mengikat
bakteri sehingga aktifitas bakteri itu tidak dapat beraktivitas secara maksimal.
Namun jika sangat kotor maka persentase bakteri akan jauh lebih besar sehingga
bakteri akan menaklukan pengaruh dari RNAase.Saat tangan dicuci, bakteri
terkikis sehingga persentase enzim menjadi lebih banyak. Saat makan,enzim ini
terus mengikat bakteri dan masuk ke dalam tubuh. Enzim tersebut membunuh
bakteri selama proses pencernaan.
2. Menjaga
kebersihan kuku
Islam juga memperhatikan kebersihan kuku, memanjangkan kuku
termasuk perbuatan yang bertentangan dengan ketentuan as-Sunnah, di mana Nabi
Shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda; "Hal yang fitrah itu ada
lima atau lima hal merupakan fitrah, yaitu khitan, mencukur rambut kemaluan,
memotong kuku, mencabut bulu ketiak dan mencukur kumis." (HR. Al-Bukhari,
bab pakaian (5889); Muslim, bab bersuci (257))
Kuku tidak boleh dibiarkan panjang hingga 40 (empat puluh) hari. Hal itu berdasarkan keterangan dari Anas Radhiyallahu 'anhu , seraya berkata; "Telah ditentukan bagi kita (kaum muslimin) batas waktu mencukur kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketiak dan mencukur rambut kemaluan, bahwa tidak boleh membiarkannya lebih dari 40 (empat puluh) malam." (HR. Muslim, bab bersuci (25).
Kuku yang panjang akan mudah sekali termasuki kotoran-kotoran, apalagi juga berbahaya melihat orang-orang yang mengikuti gaya kaum kufur, memanjangkan kuku sampai runcing, hingga ujung-ujungnya tajam dan tidak sengaja merusak sesuatu. Islam mengajarkan kebersihan dan kerapihan. Banyak peneliti sains yang mengungkapkan banyak kebenaran- kebenaran Al Quran dan Hadist pada abad ke 21 ini, yang sebenarnya telah 1400 tahun lalu dijelaskan.
Kuku tidak boleh dibiarkan panjang hingga 40 (empat puluh) hari. Hal itu berdasarkan keterangan dari Anas Radhiyallahu 'anhu , seraya berkata; "Telah ditentukan bagi kita (kaum muslimin) batas waktu mencukur kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketiak dan mencukur rambut kemaluan, bahwa tidak boleh membiarkannya lebih dari 40 (empat puluh) malam." (HR. Muslim, bab bersuci (25).
Kuku yang panjang akan mudah sekali termasuki kotoran-kotoran, apalagi juga berbahaya melihat orang-orang yang mengikuti gaya kaum kufur, memanjangkan kuku sampai runcing, hingga ujung-ujungnya tajam dan tidak sengaja merusak sesuatu. Islam mengajarkan kebersihan dan kerapihan. Banyak peneliti sains yang mengungkapkan banyak kebenaran- kebenaran Al Quran dan Hadist pada abad ke 21 ini, yang sebenarnya telah 1400 tahun lalu dijelaskan.
Mengenai pemakaian sendok makan
Menurut penelitian, sendok dan tangan memungkinkan terjadinya kontaminasi dengan bakteri. Sendok bisa lebih bersih dari tangan jika sendok memang dikondisikan pada suatu tempat yang higienis. Paling tidak, kelembapan udara di ruangan selama sendok itu didiamkan tidaklah tinggi sebab uap air adalah medium bakteri berpindah tempat. Namun apakah sendok sendok di rumah kita mendapat penjagaan ketat seperti itu ? Bagaimana dengan tangan ? Tangan sering terkontaminasi dengan bakteri akibat aktifitas tubuh kita. Sehingga jika kondisi tangan sebelum dicuci, jelas persentasi bakteri dalam tangan akan lebih besar dibandingkan pada sendok yang baru saja dicuci. Maka kita perlu mencuci tangan kita. Ini tidak membunuh bakteri namun menghapus bakteri. Kondisinya sama seperti kita menghapus minyak pada tangan kita dengan sabun. Pada kondisi yang sama sama telah dicuci baik sendok maupun tangan,tangan memiliki kebersihan yang lebih terjamin.
Tangan mengandung enzim RNAase yang berfungsi untuk kekebalan tubuh dan proteksi terhadap bakteri. Bagaimana dengan sendok? ketika sendok dicuci, tidak semua bakteri terkikis. Termasuk masih menempelnya bakteri yang membahayakan tubuh sebab bakteri tidak sepenuhnya merugikan. Ketika kamu makan dengan sendok, bakteri yang membahayakan tersebut akan masuk ke dalam tubuh tanpa adanya perlawanan dari enzim RNAase.
Simak suatu kisah berikut ini.
Seorang raja melayu
sempat diprotes oleh tamu yang lain dalam acara jamuan makan malam kerajaan. Ia
begitu eksentrik karena saat para raja lain makan dengan elegan menggunakan
sendok dan perangkat lain, ia dengan santai membasuh bersih tangannya sendiri
lalu makan menggunakan telapak tangan dan jari-jarinya itu. Saat ditanya
serius, ia menjawab dengan 3 alasan mengapa ia lebih mempercayai tangannya
daripada sendok. Ia pun berkata: "Pertama; Saya yakin tangan saya lebih
bersih daripada sendok dan garpu karena saya sendirilah yang membasuhnya, bukan
orang lain. Sendok- garpu yang dibasuh orang lain belum tentu bersih. Kedua;
saya yakin tangan saya lebih bersih karena hanya saya seorang yang
menggunakannya, tidak pernah dipinjam orang lain. Sedangkan sendok itu sudah
dipakai oleh orang yang berbeda-beda. Ketiga; saya percaya tangan saya lebih
bersih karena tak pernah jatuh dari tempatnya setelah dicuci."
Meskipun
pada zaman Rosulullah belum ada penelitian yang memadai mengenai makan dengan
tangan, namun Rosulullah telah memencontohkannya pada kita. dan itu terbukti manfaatnya. Itulah
salah satu
bukti kebenaran ajaran yang dibawa oleh Rosulullah saw.
Sekarang, tinggal pilih sendiri. Mau mengikuti sunnah Rosul dengan makan pakai tangan kanan, ataukah hanya supaya terkesan elegan dengan makan pakai sendok.
Sekarang, tinggal pilih sendiri. Mau mengikuti sunnah Rosul dengan makan pakai tangan kanan, ataukah hanya supaya terkesan elegan dengan makan pakai sendok.
Semoga
kita diberi kemudahan dalam mengamalkan sunnah-sunnah rosul, hingga pada
akhirnya
kita dapat memetik manfaat baik dalam kesehatan di dunia hingga
keselamatan di akhirat. Amin.
Sumber :
file:///H:/buat%20blog/Bukti%20Ilmiah%20Manfaat%20Makan%20Dengan%20Tangan%20Kanan%20%20%20PULSK.com.htm

Komentar
Posting Komentar